148 Personel Korem 163 Wira Satya Naik Pangkat

Denpasar
148 Personel Korem 163 Wira Satya Naik Pangkat

DENPASAR, Kilasbali.com – Sejumlah 148 Personel Korem 163/Wira Satya mendapat kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya.

Acara laporan kenaikan pangkat dilakukan secara perwakilan bertempat di Gedung Aula Makorem 163/Wira Satya, Kamis (01/10/2020), yang dipimpin langsung oleh Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, S.H.

Hal tersebut dijelaskan oleh Kapenrem 163/Wira Satya Mayor Arm Ida Bagus Putu Diana Sukertia, S.S., melalui rilis tertulis yang dikirimkan ke awak media.

Kapenrem mengatakan, ke 148 personel yang mendapatkan kenaikan pangkat tersebut berasal dari Perwira, Bintara dan Tamtama dari Makorem dan Kodim Jajaran, termasuk kenaikan dua pejabat Kepala Seksi Korem 163/Wira Satya dari Letnan Kolonel ke Kolonel.

“Dua pejabat dimaksud yaitu, Kasiops Kasrem 163/Wira Satya Kolonel Kavaleri I Made Bagus Suraputra dan Kasilog Kolonel Arm Chriswan Hariyadi,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut Danrem 163/Wira Satya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh personel yang telah mendapatkan kenaikan pangkat pada periode 1 Oktober 2020 ini.

Baca Juga:  Koleksi Spring, Dior Pilih Endek

“Kenaikan pangkat bukanlah hal mudah dan terjadi secara otomatis tetapi lebih didasarkan pada penilaian terhadap kinerja, dedikasi dan loyalitas dari personel bersangkutan dalam melaksanakan tugas, sehingga kepada yang bersangkutan karena sudah memenuhi syarat maka layak dinaikan pangkatnya,” ungkap Danrem.

Lanjutnya, kenaikan pangkat juga akan menuntut tanggung jawab yang lebih dan berbeda dalam pelaksanaan tugas. Makin tinggi pangkatnya maka akan diikuti tugas dan tanggung jawab yang tidak semakin ringan.

Dirinya berharap kepada personel yang sudah naik pangkat agar dapat melaksanakan penghargaan oleh negara ini dengan sebaik-baiknya dalam bentuk tanggung jawab sekaligus sebagai kesejahteraan.

Keberhasilan yang dicapai adalah hasil dari hubungan kerja yang bagus dengan pimpinan, antar rekan, bawahan serta tak kalah pentingnya peran dari keluarga.

Hal lain yang disinggung Danrem dalam arahannya yaitu terkait pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih belum mereda, angka penularan masih cukup tinggi, sehingga ini harus menjadi perhatian kita bersama. Penerapan protokol kesehatan menjadi wajib kita laksanakan dalam kondisi pandemi.

Baca Juga:  Pangdam Minta Prajurit Dibekali Buku Saku

“Saya mengingatkan kita semua terkait 3 M dalam implementasi protokol kesehatan, yaitu mencuci tangan, menggunakan masker dan juga menjaga jarak,” sebut Danrem.

Kita juga harus waspada terhadap terjadinya kluster baru penularan termasuk rawannya kluster rumah tangga yang belakangan juga menjadi penyebab penularan Covid-19.

“Begitu di antara anggota keluarga kita ada yang mengabaikan protokol kesehatan, maka akan menjadi penyebab terjadinya penyebaran lewat kluster rumah tangga. Makanya di saat kita keluar masuk ke rumah maka harus dipastikan kita patuh menerapkan protokol kesehatan. Begitu kita datang dari luar maka kita wajib cuci tangan, lepas baju yang kita pakai, mandi dan tidak langsung masuk ke kamar,” papar Danrem.

Baca Juga:  Selangkah Lebih Maju, Danrem Wira Satya Ajak Personel Mengenal QRIS

Terkait pelaksanaan Pilkada serentak Danrem menyinggung Netralitas TNI sebagai harga mati bagi TNI dan keluarga besarnya. TNI jelas tidak berpolitik praktis. Netral tidak akan berpihak kepada siapapun, tidak memberikan dukungan serta tidak memfasilitasi dengan fasilitas yang dimiliki satuan TNI.

“Netralitas TNI sudah merupakan perintah komando atas yang harus kita patuhi, untuk itu harus kita laksanakan dengan baik dan bertanggung jawab,” tegas Brigjen Husein.

“Kemudian kita juga saat ini memiliki fasilitas alat komunikasi modern yang didalamnya banyak kita manfaatkan untuk bermedia sosial. Untuk itu jangan pula kita memberikan komentar kepada pasangan calon kepala daerah yang memanfaatkan media sosial untuk berkampanye,” lanjutnya.

“Kita tidak perlu mengomentari, memberikan motion like atau dislike. Jika itu terjadi maka akan menjadi jejak digital yang bisa bermasalah jika dikaitkan dengan Netralitas TNI yang sudah menjadi harga mati bagi kita,” pungkas Danrem. (jus/kb)