Gianyar

Prajuru Adat Gianyar Soroti Kondisi GOR Kebo Iwa

GIANYAR, Kilasbali.com – Sorotan kawasan GOR Kebo Iwa yang dipermak BPJS Kesehatan Pusat untuk pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) senilai Rp 6,1 Milyar tak hanya dari Bupati Gianyar.

Kali ini, prajuru Desa Adat Gianyar juga menyoroti kawasan GOR ini. Karena proses Pembangunan RTH itu kini terkesan terbengkelai, tanpa lampu dan rawan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Karena itu, Desa Adat Gianyar yang memiliki wilayah adat tersebut, mengharapkan Pemerintah agar memperhatikan dan setidaknya mengaktifkan lampu-lampu di kawasan GOR Kebo Iwa.

Baca Juga:  Cegah Bullying, Polisi Sambangi Sekolah

Didampinngi Lurah Gianyar I Made Setiawan, sejumlah prajuru Desa Adat Gianyar mendatangi DPRD Gianyar. Mereka bertemu dengan seorang anggota DPRD Gianyar, Nyoman Alit Sutarya alias Alit Rama yang asal Kelurahan Gianyar.

Dari beberapa hal yang disampaikan, para prajuru menyoroti kondisi Kawasan Gor Kebo Iwa. Disebutkan Kawasan Gor Kebo Iwa yang sempat dirombak menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) namun belum selesai dikerjakan, terkesan tidak terat dan terbelangkalai.

Bahkan di malam hari kondisi sangat gelap karena tidak ada penerangan lagi. Pihak adat sebagai pemilik wilayah adat di Kawasan GOR ini pun khawatir dengan kondisi GOR yang mati ini. Karena berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk melakukan yang negatif.

Baca Juga:  Anjing Dilepas Liar Masih Marak

Selain itu, prajuru ini menyampaikan kondisi sejumlah insfrastruktur jalan banjar-banjar menuju pusat kota, kondisinya perlu mendapatkan perbaikan. Belum lagi masalah lingkungan, di mana tempat sampah permanen yang ada di Pasar Umum Gianyar, kondisinya sering terabaikan.

Akibatnya sampah-sampah dibiarkan menumpuk, dan hal tersebut dapat menjadi sumber masalah yang mengancam kesehatan masyarakat.

Usai menerima Prajuru, anggota DPRD Gianyar, Nyoman Alit Sutarya mengaku terkejut mendapatkan laporan masyarakat Gianyar. Sebab selama ini, secara kasat mata, kondisi infrastruktur di Gianyar Kota yang menjadi kawasan Desa Adat Gianyar, terlihat bagus.

Baca Juga:  Dewa Alit Mudiartha Pj Sekkab Gianyar

Dirinya sebagai Krama Adat Gianyar yang juga anggota DPRD Gianyar mengaku wajib mengawl aspirasi ini. Karena itu, pihaknya mengesampingkan perbedaan tersebut, dan akan menyampaikan semua aspirasi prajuru ke Bupati Gianyar, Made Agus Mahayastra.

“Besok saya menghadap bupati, dan saya akan ajak seluruh prajuru menyampaikan masalahnya  langsung pada Pak Bupati,” terangnya singkat. (ina/kb)

Berita Terkait

Back to top button