Denpasar

Gubernur Koster Bentuk Satgas Covid-19 Berbasis Desa Adat

DENPASAR, Kilasbali.com – Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra mengumumkan update kebijakan Pemerintah Provinsi Bali untuk mencegah penyebaran virus yang pertamakali terjadi di Wuhan, China ini.

Kasatgas mengungkapkan bahwa Gubernur Bali dan Majelis Desa Adat Provinsi Bali telah membuat keputusan bersama untuk membentuk Satgas gotong royong pencegahan Covid-19 berbasis Desa Adat.

“Desa Adat memiliki peranan yang sangat strategis untuk turut berpartisipasi dalam pencegahan penyebaran pandemi covid-19 demi keselamatan umat manusia,” katanya, Minggu (29/3/2020).

Baca Juga:  MR DIY Toko Perlengkapan Rumah Tangga Harga Hemat Hadir di Gianyar

Dalam kesempatan tersebut, Satgas juga mengimbau kepada warga masyarakat yang baru pulang dari luar negeri dan dari luar daerah untuk melaksanakan karantina mandiri atau isolasi diri sendiri di rumah masing-masing minimal 14 hari.

“Terapkan protokol isolasi diri sendiri, dengan penuh disiplin dan tanggung jawab untuk keselamatan masyarakat,” imbaunya.

Menurutnya, sejak tanggal 27 Maret hingga saat ini, Pekerja Migran Indonesia yang sudah dikarantina di Bapelkesmas dan BPSDM telah melaksanakan rapid test dan dinyatakan negatif sebanyak 177 orang.

Baca Juga:  Hakordia 2022, Indonesia Pulih Bersatu Lawan Korupsi

“Yang dikarantina di Bapelkesmas sebanyak 70 orang, dan di BPSDM sebanyak 107 orang,” pungkasnya. (rls/kb)

Berita Terkait

Back to top button