Denpasar

Rapid Test 201 ABK Di Pelabuhan Serangan, Satu ABK Reaktif

    DENPASAR, Kilasbali.com- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Denpasar melakukan rapid test kepada 201 ABK dan tenaga kerja kapal yang berlabuh di Pelabuhan Serangan Sabtu (13/6/2020).

    Kadis Perhubungan Kota Denpasar I Ketut Sriawan mengatakan, rapid test ini dilakukan untuk mengantisipasi penularan Covid-19 mengingat ABK tersebut telah lama bekerja di kapal. Sehingga kemungkinan bisa terpapar Covid-19.

    “Mengatisipasi penularan Covid-19 ketika mereka turun ke darat maka kami lakukan Rapid test kepada ABK dan tenaga kerja kapal,” ungkap Sriawan.

    Lebih lanjut ia menjelaskan proses rapid test telah berlangsung sejak kemarin dengan jumlah 101 orang dengan hasil satu orang reaktif. “Untuk Rapid Test kali ini diikuti 100 orang hasilnya semua non reaktif. Untuk hasilnya reaktif kemarin telah di swab test hari ini, sambil menunggu hasil swab orang tersebut melakukan karantina di kapal,” ujarnya.

    Baca Juga:  Kejuaraan Karate Antar Pelajar Se-Kabupaten Tabanan

    Mengingat crew kapal maupun agen kapal yang ada di Pelabuhan Serangan tidak melakukan pendataan dengan baik sehingga ada 15 orang tercecer. Maka bagi 15 orang yang belum ditest hari ini akan mengikuti rapid test besok Minggu 14 Juni.

    Untuk mencegah penularan pihaknya mengimbau agar agen kapal di kawasan yang ada di seluruh Kota Denpasar untuk mendata crew kapalnya yang masih ada di kapal baik sebagai awak crew kapal itu sendiri maupun tukang-tukang yang disuruh memperbaikin kapal. Hasil pendataan agar segera laporkan ke Dishub Kota Denpasar.

    Menurutnya sebelum rapid test ini dilakukan pihaknya bersama Bumda Serangan dan Lurah Serangan, Camat Denpasar Selatan, TNI, Polri melakukan pendataan kepada seluruh kapal yang ada di Pelabuhan Serangan. Selain itu pihaknya juga akan melakukan pendataan beberapa titik kapal yang ada di Pelabuhan Sanur.

    Baca Juga:  PLN Sukses Hadirkan Listrik Aman Selama Masa Libur Idulfitri 2024 di Bali

    Hal itu dilakukan karena Pelabuhan Sanur maupun Serangan menjadi salah satu pintu masuk ke Kota Denpasar. Sriawan menambahkan ditemukan satu orang yang hasil rapid testnya reaktif pihaknya bersama satgas Kelurahan Serangan akan melakukan pengawasan secara ketat agar ABK tidak keluar dari kapal dan berkeliaran. Selain itu Kelurahan Serangan juga telah menutup akses operasional di tiga dermaga kecil yang ada di Serangan, yang dibuka hanya pintu darmaga utama. (sgt/kb)

    Back to top button

    Berita ini dilindungi