Tabanan

Kasus DBD Tinggi, Masyarakat Diimbau Lakukan PSN

    TABANAN, Kilasbali.com – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tabanan masih terbilang cukup tinggi. Hingga bulan Mei 2020 saja tercatat ada 278 kasus. Kendatipun demikian belum ada kasus kematian akibat DBD di Kabupaten Tabanan di tahun 2020 ini. Masyarakat pun diimbau untuk tetap rutin melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

    Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tabanan, dr. I Ketut Nariana mengatakan bahwa dari bulan Januari hingga Mei 2020 tercatat ada 278 kasus DBD di Tabanan yang tersebar di 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Tabanan.

    Baca Juga:  ABS! Urip-GP Idola Masyarakat Tabanan?

    Dengan rincian bulan Januari 2020 sebanyak 18 kasus, Februari 2020 sebanyak 56 kasus, Maret 2020 sebanyak 84 kasus, April 2020 sebanyak 53 kasus dan Mei 2020 sebanyak 67 kasus.

    “Sejauh ini paling tinggi di bulan Maret karena memang sedang pola musim hujannya,” ujarnya Senin (22/6/2020).

    Ditambahkannya jika dilihat dari segi usia, kasus terbanyak dialami oleh masyarakat usia 15 hingga 44 tahun yakni sebanyak 146 kasus.

    Kendatipun demikian ia memastikan hingga saat ini belum ada kasus kematian akibat DBD tersebut di Tabanan. Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap rutin melakukan PSN yang menurutnya merupakan kunci dari pemberantasan DBD.

    “Diantaranya adalah dengan melakukan 3M (Menguras, Menutup, Mengubur),” imbuhnya.

    Baca Juga:  Internal Golkar Tabanan Sodorkan Lima Bacabup

    Apalagi kata dia, Angka Bebas Jentik (ABJ) di Tabanan masih dibawah angka ideal yakni 72,8 persen pada bulan Januari 2020 dan 88 persen di bulan Maret 2020.

    Sedangkan potensi penyebaran infeksi DBD tergantung pada angka ABJ, rendahnya ABJ menandakan keberadaan jentik nyamuk penyebaran DBD di suatu lingkungan tinggi. Hal ini juga berpotensi menimbulkan infeksi yang tinggi.

    “Kalau idealnya itu ABJ di suatu daerah 85,00 persen. “Nah apabila angka idel ABJ belum tercapai maka penularan DBD masih akan terus terjadi karena jentik masih terus ada,” lanjut dr. Nariana.

    Baca Juga:  Longsor Timpa Rumah Warga Desa Antapan di Baturiti Tabanan

    Maka dari itu masyarakat juga diimbau untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, memperhatikan tempat-tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk, dan juga menjaga kesehatan diri.

    “Dan kalau bisa rutin dilakukan fogging, tapi yang paling penting ada PSN dari lingkungan masing-masing,” tandasnya. (*/kb)

    Back to top button

    Berita ini dilindungi