Denpasar

Lebih Disiplin, Transmisi Lokal 1.875 Orang

    DENPASAR, Kilasbali.com – Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra mengungkapkan, jumlah angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi oleh transmisi lokal. Secara kumulatif, tertular di Bali sejumlah 1.875 orang per Senin, 13 Juli 2020.

    “Hal ini berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan Covid-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya,” katanya di Denpasar, Senin (13/7/2020).

    Baca Juga:  Viral Istri Diselingkuhi Malah Jadi Tersangka di Medsos, Begini Penjelasan Kapendam Udayana dan Kabid Humas Polda Bali

    “Untuk itu, sekali lagi, dalam menekan kasus transmisi lokal maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini,” ujar Dewa Indra yang juga Sekda Provinsi Bali ini.

    Sementara terkait perkembangan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) di Provinsi Bali per Senin (13/7/2020) ini, lanjut dia jumlah kumulatif pasien positif hingga Senin ini sejumlah 2.257 orang.

    Baca Juga:  Realisasi Pajak Daerah Pemkot Denpasar 29,16 Persen pada Triwulan I 2024

    “Hari ini bertambah 62 orang WNI dengan rincian 60 orang transmisi lokal dan 2 orang imported case,” sebutnya.

    Sementara untuk kabar baiknya, jumlah pasien yang telah sembuh hingga Senin ini sejumlah 1.508 orang.

    Kata dia, sembuh bertambah 97 orang WNI dengan rincian 1 orang PMI, 2 orang imported case dan 94 orang transmisi lokal.

    Baca Juga:  ASN Se-Bali Diminta Jaga Netralitas Pemilu

    “Astungkara, jumlah pasien yang meninggal untuk hari ini tidak ada. Sehingga secara kumulatif sampai Senin ini berjumlah 27 orang, terdiri dari 25 WNI dan 2 WNA,” ujarnya.

    “Sedangkan pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) sejumlah 722 orang yang berada di 17 rumah sakit, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima, Hotel Ibis, Hotel Grand Mega dan BPK Pering,” pungkasnya. (jus/kb)

    Back to top button

    Berita ini dilindungi