PariwisataTabanan

Tunggu Intruksi Pemprov, DTW Tanah Lot Siap Dibuka

    TABANAN, Kilasbali.com – Manajemen DTW Tanah Lot menyatakan kesiapannya membuka kembali objek wisata yang menawarkan panorama Pura Tanah Lot ini.

    Manajer Operasional daya tarik wisata (DTW) Tanah Lot, I Ketut Toya Adnyana mengatakan, penerapan protokol kesehatan pun telah disiapkan. Namun, pihaknya belum berani membuka kembali, karena menunggu izin dari Pemerintah Provinsi Bali.

    “Bapak Sekda Tabanan juga sudah meninjau. Namun beliau belum berani menyatakan dibuka karena menunggu intruksi dari provinsi,” ujarnya di Tabanan (16/7).

    Dikatakannya, pihaknya telah menerapkan standar operasional prosedur bagi para wisatawan yang ingin menikmati keindahan DTW ini.

    Baca Juga:  Aspirasi Banteng Tabanan Soal Bacagub, Antara Koster-Giri dan Koster-Ace

    “Pertama, harus memakai masker, kedua dari pihak kami telah menyiapkan protokol kesehatan. Intinya kami sudah siap sekali,” jelasnya.

    Selain memakai masker, pihaknya juga telah meyiapkan tempat cuci tangan yang tersebar di 18 titik.

    “Kami juga akan selalu mengingatkan pengunjung melalui pengeras suara tentang tidak boleh berkerumun, dan tempat duduk juga kami atur agar tidak berdesakan dengan memberikan tanda silang,” ungkapnya.

    Baca Juga:  Ditinggal Mudik, Warung di Kerambitan Dibobol Maling

    Pihaknya pun tak membuat aturan bahwa pengunjung wajib membawa rapid test.

    “Hanya wajib masker. Tapi kalau ada yang tidak bawa, akan kami tangani di manajemen sehingga tidak balik kanan pengunjungnya,” bebernya.

    Dengan berbagai persiapan itu, pihaknya pun menyatakan kesiapannya untuk membuka kembali objek wisata ini.

    “Kita hanya menunggu perintah saja ini.Kami sudah beberapa kali rapat di kabupaten untuk mempersiapkan ini,” tandasnya.

    Sementara terkait kerugian akibat pandemi ini, pihaknya mengaku kehilangan pengunjung 8.000 per hari atau setara dengan Rp2 miliar per bulan.

    Baca Juga:  Peringatan Weton sebagai Ungkapan Rasa Syukur

    Sehingga selama empat bulan ditutup, pihaknya mengaku merugi hingga Rp8 miliar.

    “Itu baru standar. Karena kunjungan wisatawan kami kadang-kadang lebih dari itu,” pungkasnya. (jus/kb)

    Back to top button

    Berita ini dilindungi