CeremonialDenpasarEkonomi Bisnis

Inovasi Distan Pangan Majukan Petani, Gandeng Gojek Pasarkan Hasil Tani

DENPASAR, Kilasbali.com – Guna memajukan para petani di Bali, berbagai upaya dan inovasi dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, dalam perbaikan sistem pemasaran produk pertanian.

Hal tersebut dilakukan agar produk pertanian lokal Bali dapat lebih dikenal pasar konsumen dan rantai pemasaran dapat lebih pendek, sehingga petani selaku produsen dapat memperoleh harga jual yang lebih tinggi dan para konsumen juga dapat memperoleh harga yang wajar.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana. Menurutnya, dengan menggandeng Gojek untuk memajukan para petani, merupakan bagian perbaikan distribusi produk pertanian dalam bentuk pemasaran secara online, dan diharapkan dapat mencegah monopoli dan upaya kartel dari oknum pengepul nakal.

“Selama ini, petani maupun kelompok tani dominan masih memasarkan produknya secara konvensional melalui pedagang pengepul, dan bahkan beberapa masih dengan cara tebasan sehingga harga yang diterima menjadi relatif rendah. Bahkan ada beberapa kelompok tani telah dibina, membentuk wadah koorporasi dalam pengolahan dan pemasaran hasilakan tetapi belum berjalan efektif, dan yang sering terjadi adalah terbatasnya informasi pasar oleh konsumen dalam memperoleh produk yang diinginkan dan juga terbatasnya informasi petani selaku produsen dalam mencari pembeli,” jelasnya, Jumat (23/10/2020).

Lebih lanjut Wisnu Ardhana memaparkan, Gojek sebagai perusahaan dengan jaringan yang sangat luas serta memiliki berbagai aplikasi online, dan jasa layanan, diharapkan dapat membantu mempermudah distribusi dan pemasaran produk pertanian lokal Bali. Sehingga Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali (Distan Pangan Bali) melakukan Penandatanganan MoU kerjasama di Kantor Distan Pangan Bali. Hadir dalam acara tersebut para ketua kelompok tani, pengurus toko tani provinsi dan kabupaten/kota serta start up pemasaran hasil pertanian Bali.

“Gojek tidak saja membantu dalam mempromosikan produk pertanian Bali secara online, membantu mendistribusikan produk, juga diharapkan memberi subsidi transport untuk pembelian dalam jumlah tertentu. Pemerintah dalam hal ini Distan Pangan Provinsi Bali juga akan mengalokasikan sejumlah dana subsidi transport, sehingga harga di pembeli/konsumen dapat lebih murah, dan kerjasama ini akan dilaksanakan mulai minggu IV Oktober 2020 dan akan dievaluasi efektifitasnya, jika kerjasama berjalan baik akan dilanjutkan tahun 2021,” ungkapnya.

Baca Juga:  Jalan Sehat HUT PGRI dan HGN 2022

Sementara Head Goverment Relations East Java Bali & Nusa Tenggara, Charly Raya menjelaskan, kerjasama Gojek dengan Pemprov Bali melalui Distan Pangan merupakan suatu bentuk moral responbility di masa pandemi Covid-19. Dengan adanya teknologi Gojek merupakan suatu peluang pemasaran untuk para petani, bahkan harga pangan dari petani sendiri didalam aplikasi Gojek bisa dikatakan sangat murah dan terjangkau untuk semua kalangan konsumen.

Baca Juga:  Memberantas Korupsi Harus Mulai dari Diri Sendiri

“Di dalam bentuk kerjasama ini, para konsumen sangat diuntungkan sebab tidak ada biaya ongkos kirim hingga akhir tahun 2020, dengan catatan pembelian Rp20.000 sudah mendapatkan bebas ongkos kirim dengan jarak 25 Km,” paparnya.

Charly menjelaskan, bentuk kerjasamanya diawali pada 3 kabupaten terlebih dahulu, yaitu Kabupate Badung, Kabupaten Tabanan, dan Gianyar. Kedepan pihaknya akan menarget pada seluruh wilayah Bali. “Jadi kita harapkan rumah makan cafe, bisa membelinya,” pungkasnya. (jus/kb)

Berita Terkait

Back to top button