DenpasarEkonomi BisnisPariwisata

Kunjungan Wisatawan di Tengah Pandemi Adalah Berkah

DENPASAR, Kilasbali.com – Bali sebagai salah satu destinasi wisata, masih menjadi pilihan favorit bagi sejumlah wisatawan. Tentunya masyarakat Bali sangat menyambut baik kunjungan wisatawan domestik di tengah pandemi Covid-19, khususnya liburan panjang seperti saat ini.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa di Denpasar, Kamis (29/10/2020).

Menurutnya, kunjungan wisatawan di tengah pandemi ini merupakan berkah bagi Provinsi Bali. Mengingat selama delapan bulan terakhir, dunia pariwisata anjlok total akibat mewabahnya virus corona ini.

Astawa menjelaskan, pariwisata sangat berpengaruh besar terhadap perekonomian Bali. Mengingat, lebih dari 75 persen masyarakat menggeluti pariwisata.

“Delapan bulan adalah waktu yang tidak singkat untuk kita beradaptasi dengan virus corona yang hingga saat ini masih menjadi momok bagi keberlangsungan perekonomian masyarakat secara umum,” ujarnya.

Lanjut dia, kesadaran masyarakat dalam menggunakan masker sudah meningkat. Kendatipun demikian, lanjut dia, kerumunan yang terjadi belum dapat terurai dengan baik.

Baca Juga:  Minimalisir Permasalahan Administrasi dan Tindak Pidana Korupsi

“Seperti yang diketahui bahwa salah satu penyebab virus corona cepat mengalami penularan dan penyebaran adalah di tengah kerumunan, terutama ngobrol dengan lawan bicara tanpa masker, dan keramaian yang menimbulkan kerumunan tanpa jaga jarak,” imbuhnya.

Lanjut dia, untuk mengetahui wisatawan yang masuk Bali dalam kondisi aman, sekaligus menjamin tidak terjadinya klaster baru, baik bagi wisatawan maupun masyarakat lokal maka secara internal mereka wajib memproteksi dirinya sebelum datang ke Bali.

“Syarat minimal bagi wisatawan adalah menunjukkan surat kesehatan baik RRapid tes ataupun Swab berbasis PCR. Sedangkan saat sudah berada di Bali Pemerintah Daerah bekerjasama dengan Satgas Desa Adat dan juga pecalang bertugas untuk mengawasi dan memantau wisatawan yang ada di tempat/ destinasi obyek wisata,” jelasnya.

Baca Juga:  Cegah Bullying, Polisi Sambangi Sekolah

“Salah satunya, mereka harus berani menegur apabila terjadi kerumunan dan bagi daerah obyek wisata wajib menyiapkan protokol kesehatan seperti tempat mencuci tangan dan sabun,” tandasnya.

Untuk diketahaui, kunjungan wisatawan mulai mengalmi kenaikan sejak tanggal 26 Oktober lalu mencapai 5000 orang. Kemudian meningkat 6300 orang di tanggal 27 Oktober dan kenaikan drastis mencapai 9500 orang di tanggal 28 Oktober kemarin. Kunjungan wisatawan domestik ini berasal dari lima wilayah yakni Cengkareng, Surabaya, Ujung Pandang, Lombok dan Halim. (jus/kb)

Berita Terkait

Back to top button