PeristiwaTabanan

Diduga Ngantuk, Mobilio Picu Tabrakan Beruntun

    TABANAN, Kilasbali.com – Kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan terjadi di jalur tengkorak Denpasar – Gilimanuk, Selasa (29/12/2020) pagi sekitar pukul 06.30 WITA, tepatnya di Banjar Dinas Selabih Pangkung Kuning, Desa Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat. Kecelakaan tersebut antara mobil Honda Mobilio D 1128 AEW dengan mobil Daihatsu Xenia DK 1814 LM dan mobil L300 DK 8519 AY.

    Dari informasi yang dihimpun, sebelum kejadian kendaraan Daihatsu Xenia yang dikemudikan Jefry Dipomarendra Putra, 38, dan L300 yang dikemudikan Wawan Frdiyansyah, 22, datang dari arah timur (Denpasar) dan beriringan menuju arah Barat (Gilimanuk) dengan posisi kendaraan Daihatsu Xenia di depan kendaraan L300.

    Baca Juga:  BIN, TNI/Polri, dan BNPT Sukses Jaga Situasi Kondusif Selama WWF ke-10

    Saat tiba di lokasi kejadian dengan kondisi jalannya agak sedikit menikung tepatnya sebelum jembatan perbatasan Tabanan-Jembrana, datang kendaraan Mobilio yang dikemudikan Maulana Akbar Rizki, 30, dari arah barat (Gilimanuk) dengan kecepatan tinggi.

    Tiba-tiba Mobilio mengambil jalur dari arah timur yang dilalui oleh kendaraan Xenia. Karena jarak yang dekat, kecelakaan pun tidak bisa dihindari. Mobilio bertabrakan dengan Xenia, dan kemudian L300 yang berada di belakang kendaraan Xenia terkejut, dan tidak bisa mengendalikan kendaraannya sehingga ikut juga menabrak kendaraan Xenia dari arah belakang.

    Baca Juga:  Paiketan Bendesa Adat Se-Kerambitan Pertanyakan BKK Desa Adat Belum Cair

    Kasubag Humas Polres Tabanan, Iptu Nyoman Subagia membenarkan kecelakaan tersebut. Kata dia, kecelakaan diduga akibat pengemudi Mobilio mengantuk saat berkendara, sehingga kendaraannya keluar dari jalur yang dilalui dan menabrak kendaraan dari arah berlawanan. “Kasus tersebut ditangani unit Lantas Polsek Selemadeg,” ungkapnya.

    Lanjut dia, kendatipun nihil korban dalam peristiwa tersebut, namun kencelakaan ini juga sempat membuat arus kendraan tersendat. “Kerugian akibat kejadian ini sekitar Rp 10 juta,” pungkasnya. (jus/kb)

    Back to top button