GIANYAR, Kilasbali.com – Hujan ekstrim kembali menumbilkan bencana di beberapa titik di wilayah Gianyar, dari Sabtu hingga Minggu (17/1/2021) dinihari.
Salah satunya adalah longsor yang menimpa bangunan milik I Made Sedra (59), di Banjar Negari, Desa Singapadu Tengah, Sukawati, Gianyar.
Dalam satu malam, longsor terjadi dua kali dan kini korban terisolasi lantaran akses keluar masuk pekarangan ikut tertimbun material longsor.
Pantauan di lokasi, Minggu (17/1/2021) pagi, bangunan dapur dan kamar mandi milik korban Sedra rusak berat lantaran tertimbun material longsor dari senderan dan tembok batas pekarangan rumah milik tetangganya I Wayan Sudiarta (37).
Disebutkan, akibat hujan deras longsoran terjadi hingga dua kali, pertama longsoran sepanjang 5 meter menimpa dapur dan kamar mandi, kemudian musibah kedua kali longsor sepanjang 7 meter menimbun akses jalan menuju rumah Sedra.
Atas laporan bencana ini, petugas desa, TNI, Polri dan BPBD Gianyar turun untuk melakukan peninjauan dan pendataan, Minggu (17/1/2021) pagi pihak keluarga terdekat melakukan gotong royong untuk membersihkan longsoran tersebut.
Korban I Made Sedra mengatakan sebelum kejadian terjadi hujan deras seharian. Musibah pertama terjadi sekitar pukul 19.00 WITA.
Sedra mengaku mendengar suara gemuruh disamping rumahnya. Setelah di cek ternyata senderan batas pekarangan rumah milik Sudiarta longsor sepanjang 5 meter menimpa dapur dan kamar mandi milik korban.
Karena hujan lebat, Sedra tidak berani membersihkan dan takut terjadi hal-hal tidak diinginkan sehingga dibiarkan. Longsor susulan kembali terjadi.
Senderan tembok pekarangan Sudiarta kembali roboh sepanjang 7 meter mengakibatkan akses jalan masuk menuju rumah Sedra tertutup material tanah longsor.
Atas kejadian ini pihak Desa Singapadu Tengah, Kelian Banjar Negari dan unit PRC Polsek Sukawati di dampingi Babinkamtibmas dan Babinsa melakukan pengecekan lokasi bangunan pagar penyengker yang roboh.
Petugas BPBD Gianyar pun sudah meninjau tempat kejadian sebagai analisis puing puing harus dibersihkan. Sehingga Minggu (17/1/2021) dilakukan gotong royong pembersihan.
Atas kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materil diperkirakan Rp 50 juta.
Plt BPBD Kabupaten Gianyar, Ngakan Dharma Jati mengatakan pihaknya sudah kelokasi dan melakukan pendataan terhadap musibah ini.
Karena banyaknya musibah ditangani pada Sabtu dan Minggu ini, sehingga pihaknya mengutamakan bencana alam yang lebih parah. Misalnya pohon tumbang yang menutup akses jalan.
“Kami sudah ke lokasi untuk melakukan pendataan, itu sudah dilakukan pembersihan dengan gotong royong,” singkatnya. (ina/kb)