DenpasarEkonomi BisnisNews Update

Sulit Atur Keramaian Pengunjung, Swalayan Tiara Dewata Dapat Peringatan Keras

    DENPASAR, Kilasbali.com – Swalayan Tiara Dewata mendapat peringatan keras dari Pemkot Denpasar karena saat dilakukan pengecekan terkait kepatuhan PPKM Darurat, didapati masih terjadi kerumunan.

    Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan mengatakan, sebagai sektor esensial, swalayan ini belum menerapkan Work From Office (WFO) secara maksimal dan pengunjungnya juga belum dibatasi.

    “Belum lakukan WFO secara maksimal. Nantinya akan diadakan rapat evaluasi oleh Forkopimda Kota Denpasar untuk menentukan langkah selanjutnya. Fakta di lapangan penerapan WFO belum maksimal termasuk pengaturan pengunjung,” sebutnya Sabtu, (10/7/2021).

    “Kalau kita lihat kunjungan masyarakat masih seperti belum ada pengaturan. Tadi kita beri peringatan keras kepada pelaku usaha. Apabila setelah ini tidak ada perubahan pasti kita akan melakukan tindakan tegas,” imbuhnya.

    Baca Juga:  Tim KSP Sambangi Pemprov Bali, Verifikasi Lapangan Berbagai Isu di Bali
    Sulit Atur Keramaian Pengunjung, Swalayan Tiara Dewata Dapat Peringatan Keras

    Tindakan tegas menurut Kapolresta mulai dari penyegelan, Tindak Pidana Ringan, hingga Pidana Umum.

    Sementara itu Wakil Walikota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan peringatan keras ini diberikan karena dari pengecekan masih ditemukan keramaian.

    “Saat kita tinjau itu situasi di dalam pelayanan masih seperti situasi normal. Nah ini yang kita khawatirkan. Saat kita membatasi pegawai namun tidak mengatur pengunjung itu berpotensi terjadi kerumunan,” tegasnya.

    Baca Juga:  Kanwil DJP Bali dan Kodam IX/Udayana Tekan Kerja Sama terkait Sinergi

    Pihaknya telah menugaskan Satpol PP Kota Denpasar untuk ikut memantau operasional swalayan agar terjadi perubahan. Jika masih melanggar akan diberi sanksi mulai peninjauan izin, bahkan bisa sampai Pidana Umum karena situasi darurat.

    Menanggapi hal ini, Manager Operasional Tiara Dewata Novie Setio Utomo mengatakan, pihaknya akan melakukan peninjauan lagi terhadap penilaian yang masih kurang yang disampaikan oleh tim dari Forkopimda Kota Denpasar.

    Ia menyebut pihaknya kesulitan mengatur warga yang mencari kebutuhan bahan pangan. Jika jumlah kasir dikurangi atau terbatas, pelayanan akan makin panjang.

    Baca Juga:  Seni Budaya Ukraina Pentas di  Pesta Kesenian Bali  XLVI

    “Itu juga problem bagi kami masalah social distancing. Mungkin karena hari ini hari Sabtu kelihatannya lebih padat. Tapi hari biasa tidak terlalu padat,” ucapnya.

    Ia juga menjelaskan jumlah karyawan sekitar 500-an orang. Pihaknya juga sudah menjalankan WFO sebesar 50 persen dengan prioritas ditempatkan di floor. Karena pertimbangan jika pengunjung naik dan yang melayani sedikit akan memunculkan masalah baru.(sgt/kb)

    Back to top button