PariwisataTabanan

DTW Ulun Danu Beratan Mulai Bergeliat, Inmendagri Harap Dilonggarkan

TABANAN, Kilasbali.com – Bali yang mengandalkan perekonomian dari sektor pariwisata sangat terdampak dengan mewabahnya virus bernama SARS-CoV-2. Tak ada wisatawan mancanegara yang berlibur ke Pulau Dewata ini.

Syukur, sejak PPKM Level 2 mulai diberlakukan dan juga ditambah kebijakan ‘open border’ penerbangan internasional pada 14 Oktober 2021, Bali mulai dikunjungi wisatawan domestik.

Geliat pariwisata berangsur-angsur mulai memperlihatkan peningkatan. Kendati tak seramai layakannya sebelum pandemi, namun masyarakat berharap ini menjadi tonggak kebangkitan pariwisata Bali.

Seperti halnya di DTW Ulun Danu Beratan yang tampak sudah mulai dikunjungi wisatawan domestik.

Manager Operasional DTW Ulun Danu Beratan, Wayan Mustika menuturkan, sejak dua bulan lalu DTW yang menyajikan panorama pura di tengah danau ini telah dikunjungi wisatawan domestik.

“Per hari mencapai 300 orang wisatawan domestik, dan untuk week end atau hari libur mencapai 600 hingga seribu pengunjung per hari,” tuturnya, Sabtu (27/11).

Baca Juga:  Sosialisasikan Tahapan Pemilu 2024, KPU Tabanan Audiensi dengan Dandim 1619/Tabanan

Pihaknya sangat bersyukur dengan mulainya wisatawan domestik yang berkunjung Ulun Danu Beratan. Karena sejak pandemi melanda 20 bulan lalu, tepatnya medio Maret 2021, pihaknya sangat terdampak.

“Terus terang saja, kami sangat terdampak. Syukurnya staf dan karyawan kami merupakan warga pura, sehingga mereka ngayah,” tuturnya.

Sementara terkait protokol kesehatan, Mustika menegaskan pihaknya telah mengantongi sertifikat CHSE hingga menerapkan aplikasi PeduliLindungi.

“Kami melibatkan pihak Babinsa dan juga Bhabinkamtibmas untuk pengawasan protokol kesehatan. Begitu datang, wisatawan melakukan pengukuran suhu tubuh, jaga jarak, scan PeduliLindungi, dan setelah lolos semua itu baru kemudian beli tiket,” bebernya.

Menurut dia, di kawasan DTW ini juga telah ditetapkan titik-titik untuk pengawasan protokol kesehatan.

Baca Juga:  Kebangkitan Pariwisata Bali di Masa Pandemi

“Seluruh staf dan pegawai, setiap pagi kami lakukan morning briefing tentang protokol kesehatan. Kami bentuk mereka sebagai agen perubahan perilaku,” tutur pria ini.

Mustika menegaskan, kapasitas DTW ini mencapai 8 ribu orang, sehingga sangat lenggang jika hanya dikunjungi wisatawan 300 orang per hari.

“Dulu sebelum pandemi, kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara jumlah mencapai 2.000 orang per hari,” ungkapnya.

Sementara menyikapi libur Natal dan tahun baru, pihaknya telah menyiapkan beberapa skema untuk mengantisipasi lonjakan kunjungan wisatawan.

“Saya yakin wisatawan yang datang itu sehat semua. Karena jika sakit maka mereka diam di rumahnya,” kata Mustika.

Begitu juga di pintu masuk Bali, baik itu di Pelabuhan Gilimanuk, Pandang Bai dan juga Bandara Internasional Ngurah Rai juga dilakukan skrining.

Baca Juga:  Motivasi Hadapi Pemilu 2024, Bawaslu RI Kunjungi Bawaslu Tabanan

“Mereka jika tidak mengantongi surat bebas Covid-19 dan belum tervaksin tidak akan bisa pelaku perjalanan dalam negeri masuk ke Bali,” katanya.

Pihaknya berharap terdapat kebijakan kelonggaran di Bali dalam menyikapi Inmendagri Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan penanggulangan Coronavirus Disease 2019 pada saat Natal dan Tahun Baru 2022, yang akan berlaku mulai pada tanggal 24 Desember 2021 hingga tanggal 2 Januari 2022.

“Kami harap jangan ‘direm’ lagi. Karena begitu mendengar akan ada PPKM Level 3 dalam menyambut Nataru, kami mendapatkan informasi wisatawan yang ke Bali beralih ke daerah lain seperti ke Yogyakarta dan juga langsung ke Lombok. Dari pelabuhan Ketapang langsung ke Lombok,” harapnya. (jus/kb)

 

 

 

 

Berita Terkait

Back to top button