CeremonialDenpasarSeni Budaya

Serangkaian Palebon Ida Cokorda Pemecutan, Ogoh-ogoh Diarak Menuju Puri Pemecutan

DENPASAR, Kilasbali.com – Rangkaian Palebon Pratiwa Nyawa Ngasti Wedana Ida Tjokorda Pemecutan XI, Puri Pemecutan Denpasar menggelar rangkaian upacara Pitra Yadnya, pada Selasa (18 Januari 2022) diawali upacara Manah Toya Ning di Taman Beji Belong dilanjutkan prosesi Ngangget Don Bingin di Pura Taman Badung.

Rangkaian upacara ini juga diisi arak-arakan ogoh-ogoh yang merupakan bagian dari Pemuspaan yang memang menjadi tradisi setiap upacara Pelebon Ida Cokorda di Puri Pemecutan.

Kedatangan ogoh-ogoh dari Jero Tainsiat Denpasar melintasi Jalan Veteran menuju simpang Catur Muka, Jalan Udayana, Jalan Hasanudin, menuju ke Puri Pemecutan.

Baca Juga:  Kelahiran dari Tubuh Terluka

Setelah kedatangan ogoh-ogoh prosesi dilanjutkan dengan pengarakan ogoh-ogoh dari Puri Pemecutan menuju Jalan Gajah Mada, Simpang Catur Muka, Jalan Udayana , Simpang Diponogoro-Hasanudin dan berakhir di Puri Pemecutan.

Sementara itu, pembuatan ogoh-ogoh ini turut melibatkan dua seniman ogoh-ogoh kenamaan Bali yakni Nyoman Gede Sentana Putra atau Keduk dan Ida Bagus Nyoman Surya Wigenam atau Gusman. Proses pembuatan ogoh-ogoh ini dilakukan di 2 lokasi yakni di Jero Tainsiat Denpasar dan Tampak Siring Gianyar.

Ogoh-ogoh ini memiliki tinggi 4 meter ditambah alas sehingga total menjadi 5 meter dengan tema Cupak.

Baca Juga:  Peringatan Hari Jadi ke-64 Provinsi Bali

Menurut Sekretaris Warga Ageng Puri Pemecutan Gusti Ngurah Made Suratma, ogoh-ogoh ini merupakan bagian dari pemuspaan yang memang menjadi tradisi setiap upacara Pelebon Ida Cokorda di Puri Pemecutan.

“Menggunakan ogoh-ogoh yang identik dengan kirab sebagai simbol Bhuta Kala,” ucapnya.(sgt/kb)

Berita Terkait

Back to top button