Pemkab Gianyar Terapkan Pembayaran Parkir Digital

Ekonomi Bisnis Gianyar
Foto/ina: Tukang parkir dengan kalung barcode untuk menerima pembayaran digital

GIANYAR, Kilasbali.com – Dengan pola manual, pendapatan parkir dengan mudah bocor. Menyikapi kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Gianyar kini menerapkan sistem pembayaran digital. Masyarakat yang parkir kendaraan pun harus memiliki sistem pembayaran digital atau nontunai.

Dari keterangan yang dihimpun, Minggu (30/1), penerapan parkir berbasis degital ini akan dilakukan di semua kantong parkir yang dikelola Pemkab Gianyar.

Saat ini sebagai uji coba baru diterapkan hanya di beberapa titik, di pusat kota Gianyar.

“Rencana ke depannya, semua tempat parkir yang dikelola Pemda, sedang pematangan di alun-alun, depan pasar, dan Jalan kebo Iwa Gianyar,” ungkap Pembina Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kabupaten Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama.

Lanjutnya, melalui sistem pembayaran digital ini, akan lebih transparan dalam pendapatan dari sektor parkir.

Intinya dengan online, dipastikan akan lebih transparan. Uang yang dibayarkan langsung masuk ke kas daerah dalam bentuk PAD pendapatan restribusi.

Baca Juga:  Bali menuju Global Platform for Disaster Risk Reduction 2022

“Semua orang akan sangat mudah belajar. Karena sistem yang kita gunakan sangat sederhana,” terangnya.

Bem menjelaskan, cara pembayarannya cukup sederhana. Tukang parkir hanya menunjukan barcode.

Sementara masyarakat melakukan scan melalui smartphone dengan aplikasi pembayaran yang tergabung dalam Qris. Seperi Gopay, Ovo, atau lainnya.

“Ini tinggal tunjukkan barcode saja Tidak ada alat apa-apa yang digunakan,” ujarnya.

Baca Juga:  Peringati Tumpek Wariga, Koster Tanam Pohon

Diakuinya ada sejumlah kendala dalam penerapan ini terutama bagi warga lansia dan masyarakat yang belum terbiasa dengan sistem pembayaran digital.

Pihaknya pun telah mengantisipasi dengan memberikan pendampingan.

“Ada pendamping selama ini, warga bayar cash, kemudian pendamping bantu gunakan gopay/ovo dan lainya, mereka tetap dimodali dulu,” ujarnya.

Sementara besaran pendapatan yang ditergetkan dalam penerapan parkir digital ini belum bisa disampaikan. Bem lebih mengarahkan untuk melakukan konfirmasi ke dinas perhubungan.

“Nike teknis, Pak Kadishub nggih, beliau yang lebih tahu. Termasuk terkait sistem penggajian dan rekrutmen tukang parkir,” ujarnya.

Baca Juga:  Dewan Sorot Bangunan Pasar tak Berfungsi

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Gianyar, I Wayan Suamba mengatakan, pembayaran parkir secara elektronik tersebut saat ini masih tahap permulaan.

Nantinya, akan diterapkan di semua tempat parkir di jalan umum Kabupaten Gianyar. Adapun target pendapatan dari sistem tersebut di tahun 2022 ini baru sekitar Rp 5 miliar lebih.

“Target secara global untuk parkir di jalan umum Rp 5 miliar lebih. Penerapan pembayaran parkir dengan sistem online akan terus berproses. Kami juga minta dukungan masyarakat untuk menyukseskan sistem ini,” tandasnya. (ina/kb)