Denpasar

20 Siswa Positif Covid-19, SMAN 7 Denpasar Belajar Daring

DENPASAR, Kilasbali.com – Penularan Covid-19 kluster sekolah kembali terjadi di Kota Denpasar. Setelah sebelumnya belasan siswa di SMAN 1 Denpasar terpapar positif Covid-19, kini ada 20 orang siswa di SMAN 7 Denpasar yang dinyatakan positif Covid-19.

Kepala Sekolah SMAN 7 Denpasar
Cok Gede Anom Wiratmaja saat ditemui Senin (31/1/2022) mengatakan sesuai SKB 4 Menteri, Bali khususnya Kota Denpasar masuk kategori A untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yakni seratus persen untuk semua kelas.

“Kita sudah jalankan (PTM-red) dari tanggal 3 Januari 2022. Sampai hari Jumat tanggal 21 Januari baru muncul adanya indikasi. Ada satu anak yang tidak masuk karena dia demam. Lalu hari Sabtu (22/1) siswa tersebut melakukan tes PCR dan hasilnya positif,” ungkapnya.

Baca Juga:  Deva Dianjaya Penyanyi Solo Pop Pendatang Baru
Foto : Kepala Sekolah SMAN 7 Denpasar, Cok Gede Anom Wiratmaja dan suasana di SMAN 7 Denpasar

Ia menjelaskan, satu orang siswa tersebut berasal dari kelas XII. Lalu berlanjut lagi sorenya ada satu anak lagi yang menjalani tes antigen di RS Bhayangkara. Kalau anak yang pertama di RSAD.

“Kemudian positif antigennya. Kemudian dipertegas lagi hari Senin Positif. Hari Minggu (22/1) di kelas yang sama ada siswa tes antigen di RS Bhayangkara dan hasilnya juga positif,” jelasnya.

Akhirnya setelah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Cok Anom mengatakan satu blok kelas XII di sisi utara diputuskan untuk belajar daring selama dua minggu.

Kemudian Dinas Kesehatan Kota Denpasar melalui Puskesmas Denpasar Utara melakukan tracing terhadap siswa yang sempat kontak erat di kelas XII tersebut pada hari Kamis (27/1).

Baca Juga:  Aruna Ajak Masyarakat Gemar Konsumsi Ikan

“Setelah ditracing sisanya ada 37 orang, ada penambahan lah lagi 17 orang positif, tapi OTG semua,” imbuhnya.

Cok Anom melanjutkan, setelah berkoordinasi dengan Kadis Pendidikan Provinsi Bali akhirnya diputuskan mulai hari ini Senin (31/1) seluruh siswa kelas X dan XI belajar daring selama 2 minggu. Sedangkan yang kelas XII jadi 3 minggu.

Ia menambahkan pada hari Sabtu (29/1) juga dilaksanakan tes swab sampel untuk seluruh SMA di Kota Denpasar. Dalam tes ini dipilih 50 orang sampel untuk guru dan siswa.

“Kita guru dan siswa kelas X dan XI yang ikut swab sampel itu. Dari 50 orang yang ikut, astungkara negatif semua,” katanya.

Ia juga menambahkan berdasarkan informasi dari wali kelasnya, anak yang pertama terdeteksi positif Covid-19 kini sudah sehat dan sisanya yang 2 orang kondisinya sudah membaik, sedangkan 17 orang siswa yang OTG ada yang menjalani isoter dan isoman.

Baca Juga:  Gianyar Optimis Raih 2 Emas di Tenis Meja Porprov Bali 

Ia berharap para siswa dan orang tua siswa untuk selalu bekerjasama karena pihak sekolah sudah menginformasikan jam belajar siswa.

“Tolong dipantau anak-anaknya pulang itu dicek lah waktunya biar mereka tidak main kemana-mana. Jadi kalau sudah ada sinergi antara sekolah dan orang tua kita kan bisa tahu waktunya anak-anak,” tegasnya.

Sebagai antisipasi, Cok Anom menambahkan pihak sekolah juga sudah melakukan penyemprotan desinfektan dan di setiap bolok sekolah ada Satgas Covid-19 yang melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan.(sgt/kb)

Berita Terkait

Back to top button