Bupati Buleleng Minta SKPD Kreatif Ciptakan Program Pertumbuhan Ekonomi Rakyat

Birokrasi Buleleng
Foto/ist: Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana

SINGARAJA, Kilasbali.com — Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana meminta, jajarannya di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menciptakan program peningkatan perekonomian masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Buleleng saat memberikan pengarahan pada Konsultasi Publik dalam rangka Penyusunan Rencana Pembangunan Daerah tahun 2023-2026 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah tahun 2023 yang diselenggarakan secara daring dan luring dari Ruang Rapat Lobi Kantor Bupati Buleleng, Senin (31/1).

Bupati Suradnyana menjelaskan, SKPD harus bisa kreatif untuk menciptakan program-program berkualitas untuk masyarakat. Salah satunya adalah untuk peningkatan dan pemulihan perekonomian pasca pandemi Covid-19. Sebagai langkah awal, Agus Suradnyana meminta SKPD untuk memetakan sektor apa yang paling terdampak oleh pandemi Covid-19.

Baca Juga:  Ketua DPRD Tabanan Apresiasi Kinerja Pemkab Tabanan WTP Delapan Kali

Selain itu, potensi-potensi juga harus dipetakan dan dibuat menjadi potensi unggulan yang harus dikembangkan  untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Seperti kita ketahui, sektor pariwisata sangat terdampak. Sehingga diperlukan sektor lain untuk dikembangkan seperti pertanian. Dulu kita punya Gini Ratio yang baik karena sektor pertanian membuat penyebaran di masyarakat. Sektor ini tentu kita harapkan menjadi domain dari pertumbuhan ekonomi kita,” jelasnya.

Untuk itu, sektor pertanian harus digenjot lagi dengan program-program yang kreatif dan langsung menyentuh masyarakat. Dengan pengembangan sektor pertanian, peningkatan serta pemulihan perekonomian masyarakat bisa terlaksana. Pengembangan sektor ini bisa dilakukan dengan berbagai cara.

Baca Juga:  Donor Darah Warnai Hari PMI Se-Dunia

Salah satunya, membaca pasar permintaan komoditi buah-buahan. Baik itu ekspor atau yang dapat dipasarkan secara nasional.

“Misalnya buah manggis. Ketika membaca pasar permintaan bahwa manggis misalnya bisa diekspor, berarti sektor ini Dinas Pertanian harus fokus beberapa komoditi yang bisa ekspor. Durian tidak bisa ekspor misalnya tapi bisa sampai Jakarta. Bagaimana memberikan edukasi kepada masyarakat agar bisa menjual durian ke Jakarta dengan kualitas baik dan menjaga agar panennya berhasil,” imbuhnya.

Masih kata dia, pihaknya juga menekankan kepada jajaran SKPD untuk mampu melihat dan mengembangkan program-program pemerintah. Baik itu Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi dan juga Pemerintah Pusat. Ini dimaksudkan agar SKPD bisa menyesuaikan program dari Pemerintah Pusat dengan program dari Pemerintah Daerah lebih awal.

Baca Juga:  Vakum Dua Tahun, Bali Spirit Festival Kembali Digelar

Selain itu, di sisa masa pemerintahannya yang tinggal beberapa bulan lagi, ia tidak ingin masyarakat Buleleng belum bisa merasakan program yang dibuat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng.

“Sependek apapun sisa masa pemerintahan saya, harus diupayakan maksimal untuk kesejahteraan masyarakat Buleleng. Bekerja dengan semangat. Semoga apa yang kita upayakan benar-benar mewakili semangat peningkatan ekonomi pasca pandemi dan prioritas pijakan untuk panduan membangun Buleleng yang kita cintai,” pungkasnya. (ard/kb)