Hilang Dua Hari, Niang Ditemukan Tewas di Sungai

News Update
Foto/ist: Proses evakuasi korban di sungai

GIANYAR, Kilasbali.com – Menghilang selama dua hari, Niang Gusti Nyoman Komang (75), warga Banjar Dukuh Griya, Pejeng Kawan, Tampaksiring ditemukan tewas membusuk di dasar sungai, Minggi (20/3) pagi.

Dari informasi yang dihimpun, meski sudah berumur, niang yang sudah linglung ini fisiknya masih enerjik. Diduga hal tersebut membuatnya berakhir tragis.

Proses evakuasi pun berjalan alot karena kondisi medan yang sangat licin. Dengan melibatkan petugas BPBD bersama warga, proses evakuasi dilakukan dengan mengambil jalan memutar menuju jalan umum.

Baca Juga:  Nyalip ‘Hantam’ Mobil, Pemotor Dirawat di RS

Secara estapet, proses evakuasi melibatkan belasan orang. Jenazah sesampai di Mobil Ambulan lantas langsung dibawa ke Setra Adat setempat untuk proses penguburan.

Menurut keterangan, anak dari korban Dewa Budiana, Niang Komang memang sering meninggalkan rumah dan mencari anaknya yang tinggal di Banjar Pedapdapan, Pejeng yang jaraknya sekitar 3 Km.

Namun Korban lebih sering menggunakan jalan pintas lama yang masih tersimpan dalam ingatannya. Hanya saja jalan ini tidak ada yang melintas lagi, sehingga kondisinya bersemak dan di bibir sungai sangat licin.

Baca Juga:  RTH BPJS Ketenagakerjaan Kebo Iwa Sarang Anjing Liar

“Niang memang selalu memilih jalan lama ini. Karena musim hujan jalan pun licin dan diduga niang tergelincir dan jatuh ke sungai Bubung di Banjar Tatiapi Kaja, Pejeng Kawan,  Tampaksiring,” ungkapnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, Ida Bagus Putu Suamba, membenarkan temuan jenazah nenek di sungai.

Disebutkan, korban dilaporkan hilang dua hari lantas ditemukan sudah menjadi mayat di tukad bubung Banjar Tatiapi Kaja. Dikatakan, tubuh korban pertama kali ditemukan oleh keluarganya sekitar pukul 06.00 Wita.

Baca Juga:  Musim Bertelur, Polair Sisir Sarang Penyu

“Yang bersangkutan sering jalan sendiri mencari anaknya yang tinggal di Banjar Pedapdapan Pejeng, jalan lewat semak-semak dan sawah,” ungkapnya.

Temuan korban langsung dilaporkan kepada warga setempat. Selanjutnya, menerima informasi, warga beramai-ramai mengevakuasi korban. Kemudian menggotong menuju atas.

“Dievakuasi oleh warga. Berlangsung aman dan lancar,” jelasnya. Korban juga langsung dibawa setra. “Menurut adat, jenazah langsung dibawa ke setra untuk dikubur,” pungkasnya. (ina/kb)