Pekerja Lokal Harap ‘Kecipratan’ Proyek Rp 34 Triliun Penataan Kawasan Ubud

Gianyar
Ketua DPRD Gianyar, Wayan Tagel Winarta. Foto/INA

GIANYAR, Kilasbali.com – Terkait penataan kawasan wisata Ulapan Ubud termasuk Tegalalang, Payangan, tidak hanya akan berdampak bagi dunia wisata. Dengan anggaran Rp 34 triliun dari APBN, selama proyek berproses, juga diharapkan akan memutar roda perekonomian masyarakat lokal. Hal itu disampaikan Ketua DPRD Gianyar Wayan Tagel Winarta, Rabu (24/3).

Disebutkan, proyek ini setidaknya memberikan multipayer efek dan memberdayakan produk lokal. Dan tidak hanya fokus pada hasil proyek tersebut, namun bagaimana manusia yang ada di dalamnya. “Dalam hal ini pekerja lokal juga harus terakomodir,” ujarnya

Tagel juga menyampaikan  terimakasihnya kepada pemerintah pusat dan daerah telah memberikan bantuan kepada Gianyar dalam hal ini penataan Ulapan. Pihaknya sangat mendukung dan berharap banyak dapat membenahi objek wisata maupun fasilitas umum penunjang pariwisata.

Baca Juga:  Oknum ASN Kesbangpol Gianyar Ditangkap Bawa Ganja dan Sabu-Sabu

Kendati yang menjadi prioritas adalah 3 kecamatan Ubud, Tegalalang, Payangan. Pihaknya berharap kecamatan yang lain tidak kesampingkan. Untuk itu perlu pemerintah kabupaten mensosialisasikan secara terbuka terkait proyek ini. Agar tidak terjadi misinformasi dan miskomunikasi.

Proyek ini,  dipastikan  bermanfaat pada kabupaten secara keseluruan. Selain itu, Tagel juga menyampaikan agat tokoh masyarakat dilibatkan. Apa lagi Gianyar sangat banyak memiliki tokoh. Jangan sampai pembangunan ini keluar dari agem ajeg Bali. Begitu juga memanfaatkan tenaga kerja lokal juga menjadi hal yang penting diperhatikan.

“Jangan sampai proyek besar ini yang bisa diambil oleh tenaga kerja lokal malah diambil oleh tenaga kerja luar,” ujarnya.

Baca Juga:  Lampu Bermotif Barong Bakal Hiasi Ubud

Berkaitan dengan potensi yang ada di kabupaten menyangkut meterial agar digunakan seluas-luasnya dan menyeluruh jangan datangkan dari luar dulu.

“Di Gianyar ini banyak pengerajin batu paras, bata Tulikup, material lainya. Sehingga mampu memperdayakan produk lokal, dan membantu masyarakat Bali utamanya Gianyar secara menyeluruh,” pungkasnya. (ina/kb)