Penginapan Kecil Hanya ‘Kecipratan’ Wisnu dan Ekspatriat

Gianyar News Update Pariwisata
Foto/ist : Suasana salah satu akomodasi wisata di Ubud

GIANYAR, Kilasbali.com – Kebijakan Visa On Arrival (VOA), mulai mengkatrol tingkat hunian Hotel di wilayah Gianyar. Namun jumlah belum signifikan dan hanya tataran villa hingga hotel berbintang.  Sementara penginapan sekelas homestay, bungalow hingga hotel melati  hanya kebagian (kecipratan) wisatawan nusantara (wisnu) dan ekspatriat.

Dari pengakuan sejumlah pemilik usaha akomodasi wisata,  masih sebatas berharap. Adapun sebutan jika kunjungan wisatawan, hingga kini belum dirasakan secara merata. ” Kita sekelas homestay, palingan ada tamu saat libur panjang. Itupun tamu dari Jawa. Satu orang Australia ada yang lama menginap disini hanya sekedar bayar untuk menutupi tagihan listrik dan air saja, ” ungkap Ibu Nyoman Badri pemilik Mama’s home stay and Warung di Ubud, Rabu (24/3).

Senada itu, Ketua PHRI Gianyar, Pande Mahayana Adityawarman menjelaskan bahwa saat ini tingkat hunian hotel di Gianyar bisa dikatakan meningkat.

Baca Juga:  Nyalip ‘Hantam’ Mobil, Pemotor Dirawat di RS

Namun belum merata ke seluruh hotel, resort maupun homestay yang ada di wilayah Gianyar. Terlebih airlines yang terbang langsung ke Bali masih terbatas. Itu sangat jauh dari jumlah kamar hotel yang tersedia. “Memang semuanya membutuhkan proses dan tentunya mengarah ke sesuatu yang sangat diharapkan,” ujarnya Rabu (23/3).

Lanjutnya, dengan sudah mulai ditambahkannya negara yang bisa menggunakan Visa On Arrival (VoA), ada sebuah harapan. Selanjutnya diharapkan   dalam waktu dekat ini airlines lain seperti Turkish Airways, Emirates and Qatar Airways sudah bisa memulai rute penerbangannya kembali. “Ketiga airlines ini memiliki jaringan yang lebih luas dan potensial,” terangnya

Lanjutnya, ketiga airlines tersebut tidak hanya terbang dari 1 kota utama di negara asal, misalnya Qatar Airways terbang dari UK bukan hanya London saja tetapi juga Manchester dan Edinburgh. Transit di hub, kemudian direct ke Bali. “Kami tidak muluk-muluk  bisa kembali ke 50 persen  saja sudah bersyukur,” paparnya.

Baca Juga:  Tertimpa Longsor Pasutri di Pickup Tergerus ke Jurang

Tambahnya, di banyak negara di dunia juga sudah mulai melonggarkan aturan Covid-19 yang membuat pihaknya semakin optimis dan percaya diri bahwa pariwisata akan kembali normal.  Terlebih,  seluruh hotel, resort, homestay, restoran dan semua sarana pendukung pariwisata di Gianyar sudah siap.   (ina/kb)