Ringkus Sembilan Penyalahgunaan Narkotika, Tersangka Didominasi Residivis

Gianyar Kriminal
Sembilan tersangka tindak pidana penyalahgunaan narkotika saat dirilis Polres Gianyar. (foto/ina)

GIANYAR, Kilasbali.com – Upaya aparat hukum untuk memberantas penyalahgunaan narkotika, rupanya masih jauh dari harapan. Dalam dinamikanya di Gianyar, jejaring peredaran barang haram ini terus membiak.

 

Terlebih didominasi oleh para residivis, yang cenderung menjadi motornya. Hal ini terungkap saat rilis pengungkapan sembilan tersangka pelaku penyalahgunaan narkotika di Polres Gianyar, Senin (28/3).

 

Sembilan tersangka ini diungkap oleh jajaran Sat Narkoba Polres Gianyar dari bulan Februari hingga bulan Maret ini. Mereka diungkap dengan jejaring berbeda, namun sayang buntu di tingkat pemasoknya.

 

Lima orang yang ditangkap di bulan Februari, masing-masing Ketut Adijaya Andika (24) asal Banjar Gelgel, Blahbatuh, I Wayan Sugandi (37) dan Kadek Suardana asal Desa Guwang, Sukawati, Kadek Suardana.

 

Baca Juga:  Lampu Bermotif Barong Bakal Hiasi Ubud

Lanjut ada I Kadek Parwata (34) dari Kelurahan Tegal Merta, Denbar dan I Wayan Mardana (28) dari Nusa Penida, Klungkung.

 

Kemudian ditangkap pula I Komang Ariawan (41) asal Jembrana, Joko Suwandi (34) asal Malang Jatim, Wayan Andika Putra (32) asal Mengwi Badung,  dan AA Bagus Widnyana (42) asal pemecutan Denpasar Utara.

 

“Total barang bukti berupa sabu-sabu yang masuk golongan I narkotika, berjumlah 28, 82 gram netto,” ungkap Kapolres Gianyar, Kapolres Gianyar, AKBP Bayu Sutha Sartana.

Baca Juga:  Polres Tabanan Ringkus Tujuh Tersangka Penyalahgunaan Narkoba

 

Ditambahkan oleh Kasat Narkoba Polres Gianyar, Akl IGN  Jaya Winangun, dari sembilan tersangka ini, diakui memang didominasi oleh pemain lama alias residivis.

 

Dalam pengungkapan yang selama ini dilakukan memang kerap berawal dari para residivis ini usai menjalani pembinaan di Rutan. Sebab dari pengalaman lapangan, mereka yang pernah terlibat narkoba , kemungkinan besar akan kembali ke habitat lamanya.

 

“Ada yang kembali ke jaringan lainnya, ada pula yang membangun jejaring baru,” ungkapnya.

Baca Juga:  Jeda Dua Tahun, Tera Ulang Temukan Timbangan Kotor

 

Tidak hanya itu, jajarannya juga menangkap pergerakan jejering lintas daerah yang sumbernya dari Malaysia. Dan pihaknya juga pernah mendeteksi pengiriman  besar dengan alamat wilayah Gianyar. Syukurnya, pengiriman itu keburu ditangkap di Jambi.

 

“Ini artinya banyak pemain-pemain yang sempat berpikiran jika di Gianyar  bisa dijadikan alternatif alamat pengiriman. Sejak kita ungkap banyak kasus, mereka mulia.bergeser untuk memilih lokasi transaksi. Namun yang jelas,  para pemain yang kami targetkan, terus dalam pemantauan,” pungkas Winangun. (ina/kb)