Tokoh Puri Anom Prihatin Atas Sandungan Hukum Bupati Tabanan

Tabanan Tokoh
Tokoh Puri Anom Tabanan, Anak Agung Ngurah Panji Astika. (dx/kb)

TABANAN, Kilasbali.com – Ditahannya Bupati Tabanan, Ni Luh Putu Eka Wirstuti oleh KPK terkait perkara pengurusan Dana Insentif Daerah Kabupaten Tabanan, Kamis sore (24/3). Menyikapi hal tersebut, Tokoh Puri Anom Tabanan, Anak Agung Ngurah Panji Astika mengatakan dirinya sangat prihatin atas kejadian Mantan Bupati Tabanan, Eka Wirystuti. Untuk itulah dirinya menghimbau, kepada pemegang kebijakan agar selalu berhati-hati dalam mengambil kebijakan. Pasalnya, pengawasan penggunaan anggaran sangat ketat, agar kedepanyan para pejabat di Tabanan tidak lagi mengalami sandungan hukum.

Baca Juga:  NIK Jadi NPWP Wajib Pajak Pribadi

“Dengan adanya kejadian yang seperti ini kan yang rugi kita semua, terutama menyangkut masalah moral. Walaupun begitu Bu Eka baru jadi tersangka, kitabharus menghirmati asas praduga tak bersalah dan hasil dari keputusan pengadilan,” ungkapnya Senin (28/3).

Selain itu juga Panji Astika mengharapkan kepada para pemimpin Tabanan kedepan harus lah sosok pemimpin yang berintergritas, yang mampu mengayomi seluruh lapisan masyarakat, tanpa melihat warna apapun. Dan juga seorang pemimpin harus bisa memberi contoh baik kepada masyarakatnya menjadi seorang negarawan yang baik, bahkan mampu mengelola potensi daerah.

Baca Juga:  Energi Bersih, PLN Hadirkan REC Sebagai Solusi

“Jadi, di era pandemi diperlukan seorang negarawan yang netral, ketika beda partai negarawan pun harus siap merangkulnya. Artinya, momen persaingan pada momen politik saja, ketika momen politik berakhir para pemimpin mestinya bisa bekerjasama walaupun lintas partai, lintas agama, untuk kemajuan kabupaten Tabanan,” harapnya.

Ditambahkanya, masa pandemi Kabupaten Tabanan membutuhkan gebrakan inovasi seorang pemimpin, seperti halnya Kabupaten Negara yang terus berinovasi, aktif menjemput investor. Bagaimanapun juga dalam masa pandemi Tabanana memerlukan investasi, memberikan kemudahan para investor adalah salah satu cara menarik minat investasi di Tabanan.

“Investasi di Tabanan harus tepat, sesuai dengan rancangan pembangunan yang kita tuju. Apalagi potensi Tabanan sesungguhnya tidak kalah dengan Kabupaten Badung, maupun Denpasar,” paparnya. (dx/kb)