Buntut Pengaduan Pengelola Pasar Sukla, Ombudsman Bali Minta Klarifikasi Lurah Beng

Gianyar News Update
Tim Ombudsman Bali usai mendatangi Lurah Beng, Gianyar. (ina/kb)

GIANYAR, Kilasbali.com – Menindaklanjuti pengaduan pengelola Sentra UMKM Sukla Satyagraha, Tim Ombudsman Bali akhirnya mendatangi Lurah Beng, Gianyar, Selasa (29/3). Pihak lurah pun membantah tidak memberikan pelayanan dan berdalih bahwa permohonan izin lokasi yang diajukan itu, bukan menjadi kewenangannya. Disisi lain, dinilai ada ketimpangan dalam aduan dimana pemohon mohon Surat Keterangan Tempat Usaha ( SKTU) sedangkan pihaknya menerima permohonan Izin Lokasi Tempat Usaha (ILTU).

Kedatangan Tim Ombudsman Bali yang berjumlah tiga orang langsung diterima oleh Lurah Beng, Pande Putu Ari Abriana, didampingi Kepala Lingkungan Kelod Kauh sekitar pukul 10.00 Wita. Proses klarifikasi hanya berlangsung sekitar satu jam. “Kedatangan kami ke Kantor Lurah, Beng, dalam rangka menindaklanjuti laporan masyarakat. Yakni terkait aduan tidak dilayaninya proses permohonan SKTU,” ungkap petugas dari Ombudsman Bali, Gede Febri Putra.

Disebutkan, pihak Lurah sudah memberikan kalirikasinya dna lebih lanjut akan dianalisis dulu di Ombudsman. Namun secara detail Gede mengaku belum bisa membeberkan hasil klarifikasi itu, sebelum dilaporkan dan dianalisis. “Intinya kita sudah mendapat penjelasan. Nanti kita laporkan ke Kepala Ombudsman Bali. Lebih lanjut setelah dianalisis Pak Kepala yang memiliki kewenangan untuk memberikan keterangan,” tandasnya sambil beranjak.

Baca Juga:  Donor Darah Warnai Hari PMI Se-Dunia

Secara terpisah, Lurah Beng, Pande Putu Ari Abriana, menyebutkan jika pihaknya sudah menjelaskan semuanya. Disebutkan ada miskomunikasi yang terjadi, dalam hal ini perihal permohonan yang diajukan. Dimana dalam surat aduannya, pemohon mengajukan SKTU  namun permohonan yang masuk ke Lurah adalah permohonan Surat Izin Lokasi Tempat Usaha. “Kalau Izin lokasi bukan kewenangan kami. Itu seharusnya diajukan ke Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu,” tegasnya.

Bersama Kepala Lingkungan Kaja Kauh Beng disebutkan pula jika pihaknya siap melayani jika yang dimohonkan adalah surat keterangan usaha. Itupun harus diajukan oleh perorangan dalam hal ini warga Kelurahan Beng dan peruntukannya harus jelas. Warga di luar Kelurahan Beng yang memiliki tempat usaha di wilayahnya juga memungkina dilayani surat keterangan lokasi tempat usaha. “Seharusnya permohonan ini koordinasi dulu, tujuannya apa dan permohonan apa saya yang bisa kami layani. Kalau tempat usaha seperti tempat besar yang terdiri dari banyak usaha, bukan kewenangan kami, ” pungkasnya.

Sebelumnya, pengelola Sentra UMKM Sukla Satyagraha, I Wayan Widya Adnyana, pihaknya  menyayangkan penyegelan oleh Pemkab Gianyar. Terlebih lagi saat itu petugas tidak bisa menunjukkan surat perintah ataupun penugasan dalam penyegelan itu. Disatu sisi, pihaknya sudah memiliki izin melalui OSS untuk koperasi simpan pinjam sebagai koperasi yang mengelola pasar senggol tersebut. Namun pihaknya sudah berusaha mengurus izin lokasi sesuai petunjuk dari Dinas Perizinan Gianyar. Hanya saja dalam pengurusannya, ia merasa terhambat di tingkat Lurah.

Baca Juga:  Lampu Bermotif Barong Bakal Hiasi Ubud

Disisi lain,  segala persyaratan yang dibutuhkan sudah disiapkan termasuk persetujuan dari para penyanding. Hanya saja hingga saat ini saat permohonan itu tersendat di tingkat Kelurahan. Maka dari itu pihaknya pun mengadukan hal tersebut ke Ombudsman RI Perwakilan Bali. “Yang kami adukan itu Lurah Beng, setiap kami ajukan izin itu seakan ada tekanan disana,” terangnya. (ina/kb)