Bali Yuai dan Komunitas Tebar Ikan

Ceremonial Denpasar Sosial
AA Gde Widiada selaku Ketua Pasemetonan Fukuoka, Gung Gde Niratha dari Bali Yuai saat menebar ikan. (foto/her)

DENPASAR, Kilasbali.com – Bali Yuai Mansion bersama Paguyuban Pasemetonan Fukuoka, lembaga dari Jepang yang telah banyak bekerjasama dengan pendidikan di Bali, dan juga Mataken Gakko, sekolah Bahasa Jepang di Denpasar yang didirikan oleh (alm) Matake Sensei pada tahun 2005, serta salah satu pendirinya IGK Pujawan ,Komunitas Pecinta Sungai (KPS) dan lainnya menggelar kegiatan tebar ikan di Tukad Wang Biga Desa Adat Kepaon Desa Dinas Pemogan Denpasar, Rabu ( 30/3) pagi.

Acara menebar ikan di sungai tersebut dilakukan oleh AA Gde Widiada selaku Ketua Pasemetonan Fukuoka, Gung Gde Niratha dari Bali Yuai, dan lainnya dengan disaksikan oleh penasehat Pasemetonan Fukuoka IGK Kompyang Pujawan. “Ada 400 ikan nila dan 100 ikan Koi yang kita tabur di sungai Wang Biga Pemogan, sedang acara berikutnya kami juga akan melepas burung dari berbagai jenis,” jelas Gung Gde Niratha dari Bali Yuai Mansion.

AA Gde Widiada mengatakan, kegiatan ini dikaitkan pula dengan peringatan tiga upacara yang belum ini berlangsung yakni Hari Saraswati, Banyu Pinaruh dan Pager Wesi. “Melalui tiga peringatan hari besar itu semoga kita bisa tetap kuat menghadapi pandemi yang ada dalam rentang kurang lebih tiga tahun ini, dengan konteks kerahayuan jagad, maka hari ini kita akan mengadakan kegiatan bersama beberapa komunitas seperti dari teman-teman guide dan komunitas pencinta alam yang ada dengan menabur ikan di sungai dan melepas burung sekaligus mengingatkan kita harus tetap menjaga alam ini dari cobaan selama ini dari adanya pandemi covid-19 itu,” ujarnya.

Baca Juga:  'Matur Piuning' Jelang Hut Ke 65 Kodam IX/Udayana

“Untuk ini kita harus tetap kokoh, disertai doa semoga keadaan kita akan berlangsung normal seperti dahulu. Dari semua itu kita harus yakin pariwisata Bali akan bangkit kembali dengan adanya keterbukaan pariwisata di Bali sekarang ini yang mana saat ini menurut informasi sudah mulai bangkit walau belum maksimal,” papar salah satu tokoh Bali satu ini.

Sementara itu, I Made Mindra Ketua KPS dari kelompok Gila Selingkuh (Giat Lestarikan Alam Lingkungan Hidup) dari Desa Kepaon, Pemogan mengatakan bahwa pihaknya sudah banyak memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar untuk lebih peduli kepada lingkungan hidup.

“Sejauh ini kita sudah banyak mengedukasi kepada masyarakat disekitar sungai Wang Biga untuk menjaga kebersihan dan lebih ikut melestarikan alam antara lain dengan kepedulian akan kebersihan sungai sungai ini. Kita juga senang masyarakat sekitar pun menyambut dengan antusias akan acara ini. Semoga dengan kegiatan ini semakin menggugah kita semua pada kepedulian lingkungan hidup.” Jelasnya. (her/kb)