Jumantik Aktif, Sewindu Terakhir Guwang Dijauhi DBD

Gianyar News Update Pendidikan Politik Tokoh
I Nyoman Parta tampak berfoto bersama siswa di sela-sela sosialisasi empat pilar kebangsaan MPR RI di SMA Negeri 1 Sukawati. (foto/ina)

GIANYAR, Kilasbali.com – Tidak sekadar dibentuk, aktifnya kader juru pantau jentik (jumantik) yang dimotori Nyoman Parta di Banjar Wangbung,  Guwang,  Sukawati, demam berdarah dengue (DBD), tidak lagi jadi phobia tahunan. Endemi ini pun tidak berani mewabah dalam 8 tahun desa setempat.

 

Hal itu terungkap saat sosialisasi empat pilar kebangsaan MPR RI di SMA Negeri 1 Sukawati yang dilaksanakan Anggota MPR RI Nyoman Parta, Senin (4/4). Disebutkan, Jumantik yang dibentuk tahun 2007 silam, tergugah lantaran banyak warga Wangbung terserang DBD. “Saat itu saya juga terpapar, trombosit saya sampai 5 HB, dunia sudah muter-muter rasanya,” kenangnya.

Lantaran itu pula, ia pun berinisiatif membentuk kader Jumantik, yang terdiri dari anak-anak SD di Guwang. Tugasnya memantau jentik dan sumber jentik di rumah tangga warga.

Baca Juga:  TP PKK Bali ‘Menyapa dan Berbagi’ di  Bumi Makepung Jembrana

 

Dari mulai gentong, ban bekas, dan genjo tidak luput dari pantauan. Kalaupun menemukan jentik di gentong, tempat penampungan air atau tempat lainnya yang berpotensi menjadi sarang jentik. Kader tersebut langsung memberitahukan agar dikuras atau dituangkan bubuk abate. “Syukurnya, mereka sudah mandiri, tanpa saya mereka tetap jalan,” terangnya.

Secara konsisten,  kader Jumantik ini bergerak setiap minggu. Mereka selain memantau jentik juga rutin membersihkan saluran irigasi dan selokan dari sampah plastik. Kegiatan setiap minggu bersih sampah plastik, setiap bulan pemantauan jentik. Berbekal senter mereka berkeliling dari satu rumah warga ke rumah warga lainnya.

 

Baca Juga:  Semangat Membangun Krama Pasek Toh Jiwa Diapresiasi Bupati Sanjaya

“Hasilnya, warga Wangbung hampir 8 tahun terakhir tidak ada yang terserang DB. Kita tidak lagi rebutan poging. Tidak lagi mengata-ngatai pemerintah karena tidak adanya poging,” terangnya.

Dari paparan ini pula, Nyoman Parta tak henti-hentinya mengajak generasi muda milenial merawat lingkungan. Menurut politisi yang juga penggiat lingkungan  ini, mencintai NKRI yang paling sederhana adalah dengan merawat lingkungan. “Tanah jangan dicemari dengan limbah, begitu juga air,” ajak Parta. (ina/kb)