Ditinggal Pensiun, Gianyar Kekurangan Penyuluh Pertanian

Ekonomi Bisnis Gianyar
Seorang Tenaga Penyuluh Pertanian di Gianyar. (foto/ina)

GIANYAR, Kilasbali.com – Di tengah pertanian menjadi tumpuan di masa pandemi, Kabupaten Gianyar justru kekurangan tenaga penyuluh pertanian. Ironisnya lagi, tenaga penyuluh pertanian yang ada kurang dari 50%. Kondisi ini mengacu bila di setiap desa terdapat 1 penyuluh pertanian. Dari 64 desa dan 6 kelurahan terdapat 28 penyuluh.

Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian Gianyar, Ni Made Sumpahyani SH mengakui kondisi tersebut. Tenaga penyuluh pertanian saat ini sebanyak 28 orang. Sebelumnya sudah ada 5 penyuluh yang pensiun dan di tahun 2022 ini juga ada beberapa tenaga yang akan memasuki masa purna tugas.

“Kalau sekarang, terpaksa satu penyuluh melaksanakan tugas di dua atau tiga desa,” jelasnya pada Selasa (5/4), seraya mengatakan kondisi idealnya, satu penyuluh untuk satu desa, termasuk kelurahan.

Baca Juga:  Dewan Sorot Bangunan Pasar tak Berfungsi

Selain terdapat 28 tenaga penyuluh, Dinas Pertanian dibantu 16 tenaga harian lepas bantu penyuluh (THL BP). Tenaga THL BP ini berasal dari Kementerian Pertanian yang juga membantu tenaga penyuluh di lapangan.

Disebutkan lagi, pengadaan atau alokasi ASN untuk tenaga penyuluh belum mendapatkan informasi. “Perekrutan tenaga penyuluh itu kebijaksanaan pimpinan, kami melaksanakan tugas sebaiknya,” ujarnya.

Guna mengefektifkan tugas penyuluhan, setiap penyuluh membuat grup WA dengan subak yang ada di desa wilayah binaan. Sehingga setiap persoalan di wilayah subak diinformasikan ke penyuluh pertanian, baik masalah masa tanam, komoditi, persoalan irigasi dan pupuk atau benih.

Baca Juga:  Jenazah tak Bertuan Dimakamkan di Negara

“Sementara ini efektivitas kerja melalui WA grup. Untuk terjun ke lapangan dilakukan secara bergilir,” tambahnya.

Saat ini, di Gianyar terdapat 486 subak dengan jumlah petani sekitar 28.000. Lahan garapan petani seluas 13.474 hektar lahan basah. (ina/kb)