Peran Perempuan Kunci Penggerak Pengelolaan Lingkungan Bersih dan Sehat

Denpasar
ECO-PRINT -- Kegiatan fashion show di Jimbaran, Kabupaten Badung, beberapa hari lalu, yang menampilkan beberapa model pakaian dari hasil olahan kain batik eco-print, ditampilkan sebagai upaya promosi dan memperluas kebutuhan pasar. (foto/jok)

DENPASAR, Kilasbali.com – Posisi dan keterlibatan perempuan menjadi sangat penting, salah satunya dalam upaya penyelamatan lingkungan melalui pengelolaan sampah, dan kunci dalam mengendalikan produksi sampah rumah tangga, dengan dukungan pula dari anggota keluarga lainnya.

Sebagai komitmen dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan, Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia di wilayah area operasional Bali memiliki inisiatif program pemberdayaan perempuan yang menyasar kepada pengembangan kemandirian ekonomi kepada ibu-ibu kru kebersihan pantai program Bali Beach Clean Up (BBCU). Sebanyak 75 kru kebersihan pantai ini diberikan pelatihan pengolahan bahan baku sampah daun di pantai untuk dijadikan sebagai salah satu material untuk motif pembuatan batik eco-print.

Corporate Affairs Executive Balinusa-Public Affairs and Communications Sustainability (PACS) CCEP Indonesia Made Pranata Wibawa Ade Putera menjelaskan, inisiatif ini bertujuan untuk memberikan peluang ekonomi alternatif bagi komunitas dan masyarakat sekitar pantai dalam memaksimalkan potensi ekonomi kreatif yang sejalan dengan konsep ekonomi sirkular dari pemanfaatan sampah pantai.

Baca Juga:  Danrem 163/Wira Satya Pantau Penyaluran Dana BTPKLW-Migor TNI Tahun 2022

Tidak hanya di Bali, di wilayah operasional Kabupaten Semarang pun persoalan pengelolaan sampah semakin mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. Peran perempuan dalam pengelolaan sampah skala rumah tangga tak lepas dari aktivitas yang mereka lakukan setiap hari.

“Pembelanjaan konsumsi sehari-hari mayoritas dilakukan oleh ibu rumah tangga, jika mereka sudah mempunyai kesadaran melakukan pengelolaan sampah, otomatis  anggota keluarga lain akan mengikuti” kata Ida, penggerak Bank Sampah (BS) Kebonan Berseri di Dusun Kebonan, Desa Randugunting, ketika menerima kunjungan dari Forum Komunikasi Wartawan Kabupaten Semarang (FKWKS), beberapa hari lalu, saat memperingati Hari Perempuan Sedunia.

Melalui Bank Sampah, Ida mengajak tetangganya memilah sampah menjadi beberapa kelompok antara lain, sampah plastik, kaca, logam, kardus, dan sampah lain yang masih mempunyai nilai jual. “Pemilahan ini membutuhkan orang yang telaten, sehingga cocok dengan karakter yang dimiliki oleh perempuan” tutur Ida, Ibu dari 2 anak ini, seraya menambahkan, mayoritas nasabah yang datang menimbang sampah adalah ibu rumah tangga, meskipun diantara mereka juga aktif bekerja sebagai karyawan pabrik atau wirausaha.

Baca Juga:  Program Pengungkapan Sukarela Tinggal 1,5 Bulan Lagi

Sedangkan di Jawa Timur, CCEP Indonesia juga mengembangkan Waste Management Education, program pengelolaan sampah di Desa Kepulungan, Kabupaten Pasuruan, yang penggeraknya didominasi kaum perempuan. Sebagai warga usaha yang berkomitmen terhadap pelestarian lingkungan, CCEP Indonesia menyadari pentingnya peran perempuan dalam mengurangi sampah.

Oleh karena itu, sejak tahun 2020 lalu CCEP Indonesia bersama warga mulai meluncurkan program pengelolaan sampah, melalui edukasi pembentukan Bank Sampah untuk merubah perilaku warga agar dapat mengelola sampah dengan baik.

“Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkembang, sehingga dampak yang dirasakan masyarakat juga bertambah” kata Regional Corporate Affairs Manager-East Indonesia Region CCEP Indonesia, Armytanti Hanum Kasmito. (djo/kb)