Uji Coba Non Tunai, Pendapatan Parkir Naik 104 Persen

Ekonomi Bisnis Gianyar
Kawasan Alun-alun Gianyar sudah menjalankan uji coba parkir non tunai. (foto/ina)

GIANYAR, Kilasbali.com – Kebijakan pemungutan parkir non tunai tidak hanya dapat mencegah terjadinya pungli yang merugikan masyarakat, Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya dari pendapatan parkir dipastikan bakal naik. Hal ini dibuktikan oleh Dinas Perhubungan Gianyar dan masa uji coba dalam beberapa bukan terakhir. Dalam masa uji coba ini, pendapatan parkir langsung meningkat hingga 104 persen.

Dari uji coba ini pula, dalam waktu dekat akan segera dilaunching pungutan parkir dengan aplikasi atau pembayaran non-tunai oleh Pemkab Gianyar.

Tidak hanya terfokus pada titik tertentu saja, ke depannya semua potensi parkir akan dialihkan ke non-tunai. Meski demikian,  paada awal-awalnya masih perlu pembelajaran dan proses adaptasi.

Baca Juga:  Ketua DPRD Tabanan Apresiasi Kinerja Pemkab Tabanan WTP Delapan Kali

Sama hal dengan PHR yang sebelumnyan dibayar tunai. Setelah dialihkan ke no tunai, awal-awalnya masih ada kendala namun kini justru berjalan efektif.

“Untuk saat ini, kami masih melakukan uji coba dan persiapan perangkat termasuk persiapan tender,” ungkap Kadishub Gianyar, I Wayan Suamba, Kamis (7/4).

Dikatakan, dari uji coba yang sudah terlaksana, pendapatan parkir naik 104% lebih, namun belum dipotong jasa pungut parkir.

Baca Juga:  Vakum Dua Tahun, Bali Spirit Festival Kembali Digelar

Sedangkan aplikasi yang digunakan adalah QRIS (quick respon Indonesian standar), aplikasi yang dikembangkan BI. Selain uji coba ini, langkah lain yang sedangkan dipersiapkan adalah kerjasama dengan Bank BPD Bali sebagai pelaksana pungutan non-tunai.

Suamba juga menambahkan, sebagai pelaksana parkir ini akan dilaksakan oleh pihak ketiga sebagai petugas pungut parkir tersebut. “Nanti akan diadakan tender, pihak ketiga mana yang mampu menawar tertinggi, sebagai pelaksana di lapangan,” ujarnya.

Terkait nasib tukang parkir sebelumnya, Suamba menjelaskan pihak ketiga akan memanfaatkan tenaga jukir yang ada, sehingga jukir tidak kehilangan pekerjaan. Sedangkan berapa titik parkir yang ada, Suamba belum menyebut angka riil.

Baca Juga:  Jenazah tak Bertuan Dimakamkan di Negara

“Semua titik yang dulu dikelola Pemkab masih digunakan, nanti akan ada penambahan beberapa titik,” ujarnya.

Target pungutan parkir sampai saat ini juga masih tahap evaluasi, karena masih uji coba di beberapa titik.

“Yang jelas ada peningkatan dari sistem konvensional, pembedanya dulu tunai, sekarang non-tunai dan berapa hasilnya sangat transparan,” tutupnya. (ina/kb)