GianyarSosial

Ceremonial Tapakan Barong, Belasan Rambut Gadis Dipotong

GIANYAR, Kilasbali.com – Belasan rambut gadis di Desa Adat Kebon, Desa Kedisan Kecamatan Tegallalang, Gianyar, dipotong, Sabtu (16/4).

Potong rambut ini digelar serangkaian proses ngodak (perbaikan) tapakan barong di desa setempat. Rambut para gadis yang disucikan ini dipersembahkan melalui prosesi pensucian.

Potong rambut puluhan gadis yang diangap suci untuk perbaiki sesuhunan Barong Macan dan Barong Bangkal yang berstana di Pura Dalem Desa Adat Kebon, Desa Kedisan Kecamatan Tegallalang, Gianyar.

Sebelum dipotong, rambut para gadis tersebut diupacarai pembersihan secara niskala dengan upakara panglukatan lengkap, sehingga menambah keyakinan warga.

Prosesi pemotongan rambut ini bersifat sakral, diawali upacara nunas ica dan panglukatan yang dipimpin Pamangku Pura Puseh setempat.

‘’Waktu pemotongan pun dipilih pada hari baik, bertepatan dengan Purnama Sasih Jiyesta,’’ jelas Jro Penyarikan Desa Adat Kebon, I Wayan Lastrawan, Minggu (17/4).

Baca Juga:  Vaksin Booster 2 Gianyar Sasar ASN

Para gadis yang dipotong rambutnya dibedakan menjadi dua kategori, yakni anak-anak yang belum menstruasi dan yang sudah.

Klasifikasi ini dilakukan guna memudahkan menempatkan saat pemasangan hasil potongan rambut nantinya, potongan rambut dari anak yang belum menstruasi akan digunakan di bagian utama karena diangap lebih suci, sedangkan potongan rambut para gadis lainnya akan dipergunakan dibagian badan barong.

Kekurangan rambut nanti akan dilaksanakan upacara serupa, namun bisa diperoleh dari rambut perempuan yang sudah menikah.

Baca Juga:  Angka Stunting Indonesia Turun Jadi 21,6%

Jelas dia, gadis dianggap suci dimaksud adalah anak perempuan yang belum menstruasi. Ada 17 anak gadis yang rambutnya dipotong, 7 orang diantaranya merupakan gadis yang belum menstruasi. Masing-masing anak rambutnya dipangkas antara 5 cm hingga10 cm.

Secara bergilir setelah diupacarai rambut gadis tersebut dipotong menggunakan alat yang juga sudah suci oleh Kelian Banjar Dinas setempat, I Wayan Suartawan.

Menurut Lastrawan, potong rambut ini digelar untuk persiapan perbaikan sesuhunan yang sudah 25 tahun belum pernah diperbaiki total.

Baca Juga:  Sinergitas dan Proaktif Stakholder, Wujudkan Pemilu yang Kondusif

“Yang akan diperbaiki bagian keranjang, pengecatan ulang, hanya bagian kain saja yang tidak diganti karena susah mencari kain sejenis, sedangkan bagian Prarai atau topeng akan di cat saja,” jelas Lastrawan.

Terakhir kali, pratima atau pelawatan Ida Batara ini pernah diperbaiki tahun 2005, namun hanya perbaiki kecil. Dijelaskan pula, di Desa Adat Kebon berstana lima sesehunan berupa 1 Barong Ket dan 2 berwujud Rangda, putih dan merah, satu Barong Macan dan Satu Barong Bangkal. (ina/kb)

Berita Terkait

Back to top button