Harga Gabah Anjlok, Petani Mengeluh

Ekonomi Bisnis Pemerintahan Sosial Tabanan
Ilustrasi tanaman padi. (foto/dokumen)

TABANAN, Kilasbali.com – Petani di Kabupaten Tabanan mengeluh. Karena, harga gabah anjlok. Bahkan tak mampu menutupi biaya produksi.

Harga gabah yang awalnya per are mencapai Rp 250 ribu, kini harga gabah yang beredar hanya Rp 130 ribu per are.

Para petani berharap, pemerintah hadir dan menangani dengan serius menangani panen raya, khususnya menyikapi harga gabah yang terjungkal itu.

Salah satu petani di wilayah Tabanan Selatan menjelaskan, adanya panen raya di sejumlah subak di Kabupaten Tabanan. Justru harga tidak sesuai dengan harapan petani.

Harga gabah, yang biasanya langsung dijual di sawah per are sebesar Rp 250 ribu lebih, kini hanya laku Rp 130 ribu per are. “Harga gabah anjlok membuat petani merugi,” jelasnya Minggu (17/4/2022)

Tidak hanya itu saja, dengan turunnya harga gabah hanya Rp 130 ribu tidak menutup ongkos produksi, sebab rata-rata petani dalam proses produksinya per are menghabiskan Rp 150 ribu, sudah tentu ini menjadi kerugian.

Baca Juga:  PLN Sediakan Listrik Andal Sukseskan GPDRR

“Rata rata biaya yang dihabiskan petani Rp 150 ribu per are. Sekarang harga gabah cuman Rp 130 ribu per are. Tentu kami merugi,” ujarnya

Sementara itu, Kadis Pertanian Tabanan, I Nyoman Budana mengatakan, harga gabah yang anjlok dijawab dengan singkat, karena kondisi yang tidak fit.

Sejatinya harga gabah di daerah Kecamatan Kediri mencapai Rp 4200 perkilonya, sedangkan harga gabah di pabrik Rp 4300 perkilonya.

Baca Juga:  Antisipasi Virus PMK, Peternak Optimis Harga Babi Stabil

“Info dari petugas informasi pasar gabah di tingkat petani 4200 perkilo dan di pabrik 4200 – 4300 perkilonya. Bsok tiyang akan tinjau langsung ke lokasi harga gabah yang anjlok,” pungkasnya. (m/kb)