GianyarSosial

TPS Liar di IB Mantra, Perbekel Ancam Adukan Pidana

    GIANYAR, Kilasbali.com – Resah dengan ulah masyarakat yang menjadikan lahan kosong di sejumlah titik di sepanjang Jalan IB Mantra, aparat desa pun bertindak. Memastikan tidak ada lagi masyarakat yang membuang sampah, spanduk dengan ancaman pengaduan tindak pidana pun dibentangkan.

    Pantauan, Kamis (21/4), sejumlah titik di sepanjang Jalan By Pass IB Mantra menjadi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar. Tampak sejumlah titik TPS ada di wilayah Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati hingga wilayah Desa Saba dan Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh.

    Baca Juga:  Rumah KK Miskin Terbakar, Petugas BPBD Kumpulkan Bantuan

    Mengatasi TPS liar, pihak desa, salah satunya aparatur desa Saba? Berusaha memantau pembuang sampah sembarangan itu.

    Perbekel Desa Saba, Made Redhana yang dikonfirmasi mengakui jika di wilayahnya  ada sejumlah lokasi yang dijadikan TPS liar. Salah satunya yang mencolok adalah TPS liar dekat perempatan Jalan IB Mantra, Desa Saba.

    Sampah yang dibuang tersebut, diduga bukan dibuang warga desanya. Sampah yang dibuang sembarangan itu terdiri dari bongkahan material bangunan hingga sampah rumah tangga dan sampah dagangan.

    Baca Juga:  Begini Makna Nubung Pedagingan di Desa Adat Keramas Gianyar

    “Warga kami justru jauh dari lokasi Itu. Dugaan kami orang luar yang membuang. Kami sudah koordinasi sama Kelian Banjar agar pecalangnya yang memantau,” ungkapnya.

    Mengenai tumpukan sampah di pinggir jalan itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar. Karena pengangkutan jalan raya merupakan tanggung jawab kabupaten.

    Usai berkoordinasi dengan DLH, sampah tumpukan sampah tersebut langsung diangkut oleh truk desa untuk selanjutnya dibuang pada tempatnya. “Tadi kami sudah melakukan pengangkutan. Keadaan sudah bersih,” jelasnya.

    Baca Juga:  Krama Banda Gelar Upacara Nyenukan, Begini Maknanya

    Secara terpisah,  tokoh masyarakat Gianyar, Ngakan Made Rai, yang juga Ketua Gappar Gianyar, meminta instansi terkait tidak saja fokus di pantai dan perbukitan saja. Dia berharap, ada sistem untuk pengolahan sampah.

    Mulai dari penampungan, pengangkutan hingga pembuangan, sampai pengolahan sampah. “Kalau sampai tercecer di pinggir jalan, artinya sistem belum jalan. Karena masih ada yang sengaja buang ke pinggir jalan,” sorotnya. (ina/kb)

    Back to top button