Santunan PLN Untuk Keluarga Pejuang Kelistrikan

Denpasar Sosial
PLN saat menyerahkan santunan kepada keluarga pejuang kelistrikan yang gugur tepapar Covid-19. (foto/kilasbali)

DENPASAR, Kilasbali.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali menyerahkan santunan berupa beasiswa dan modal usaha kepada keluarga pejuang kelistrikan yang gugur akibat Covid-19.

Santunan sebagai bentuk apresiasi serta membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan ini diberikan langsung di Kantor PLN UID Bali, Denpasar, Jumat (22/04).

Bantuan sebesar 234 juta rupiah yang diberikan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PLN Peduli ini diterima oleh keluarga Pejuang Kelistrikan AA Sagung Diah Permanasari dan I Made Lingga yang telah gugur tanggal 30 Juli 2021 dan 9 Februari 2021 lalu.

Baca Juga:  Aman dan Nyaman Berwisata di Indonesia

Dalam sambutannya, Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UID Bali, Zufar mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam kepada segenap keluarga yang ditinggalkan.

“Kami mewakili manajemen PLN, menyampaikan ucapan dukacita yang sangat mendalam dan belasungkawa kepada segenap keluarga, kerabat atas gugurnya rekan kita yang terkena Covid-19,” ungkap Zufar.

Pihaknya berharap santunan ini mampu meringankan beban keluarga khususnya untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak yang ditinggalkan.

Baca Juga:  Tata Busana Adat Payas Utama dan Payas Madya

“Keluarga yang ditinggalkan, khususnya anak – anak yang masih berusia sekolah harus tetap melanjutkan pendidikan untuk meraih cita – cita untuk masa depan yang lebih baik,” terangnya.

Made Adi Suyasa, suami dari Sagung Diah, menyampaikan rasa haru dan terima kasih serta apresiasinya atas bantuan pendidikan program pejuang kelistrikan yang diberikan oleh PLN.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada PLN yang telah memberikan bantuan pendidikan Pejuang Kelistrikan ini kepada anak kami dan bantuan ini sangat bermanfaat serta berarti untuk kami khususnya bagi masa depan anak kami,” ungkap Adi.

Baca Juga:  Projo Gianyar Sterilisasi Provokasi dan Gerakan Anarkisme 

Hal senada juga diungkapkan Ketut Setiawati perwakilan keluarga Made Lingga, saat menerima bantuan yang diserahkan langsung oleh Manager PLN ULP Seririt, I Wayan Murtika di Singaraja. Kepergian Made Lingga meninggalkan keluarga dengan 2 orang anak yang masih dalam usia sekolah ini dirasa berat bagi keluarga.

“Kami bersyukur kepada PLN dan berharap bantuan ini dapat memberikan semangat kepada anak – anak kami untuk melanjutkan pendidikannya,” tutup Ketut. (m/kb)