Tuntut Tanah Penukar, SDN I Buahan Disegel

Gianyar News Update Pendidikan
Segel dibuka sehingga proses belajar tidak terganggu. (foto/komang)

GIANYAR, Kilasbali.com – Siswa dan para orang tua siswa SDN I Buahan di Banjar Majangan, Desa Buahan Kaja, Payangan, Gianyar, Senin (25/4) kebingungan. Karena pagi itu, mereka tidak bisa masuk ke areal sekolah lantaran ada penyegelan yang dilakukan oleh oknum Kepala Dusun cs.

Syukurnya, Kapolsek Payangan bertindak cepat untuk memediasi, sehingga  pemerintah akhirnya memberi kejelasan. Dalam hitungan jam, demi aktivitas belajar berjalan, segel akhirnya dibuka.

Pantauan di lokasi, penyegelan dilakukan dengan menutup pintu masuk  atau gapura SDN 1 Buahan oleh pihak keluarga alm I  Cana Cs. Dari informasi, penutupan dilakukan pada hari Minggu ( 24/4)  2022, pukul 19.00 Wita.

Para ahli warisnya ini menyegel dengan  menggunakan kayu Balok, dan berisikan 3 lembar kertas. Diantaranya bertuliskan “Dilarang melakukan aktivitas apapun di atas tanah milik alm. I Cana klasir tahun 1974 peta blok No 23, huruf C , kelas I, luas 3000 M2 terletak di Banjar Majangan, Desa Buahan Kaja, Kec. Payangan”.

Ada pula pembentangan  spanduk bertuliskan “Mohon maaf, harap memaklumi, kami keluarga pewaris atas nama alm. I Cana terpaksa ambil tindakan seperti ini, melarang aktivitas apapun di atas tanah ini sampai ada kepastian penyelesaian. Sekali lagi kami mohon maaf kepada semua pihak”.

Akibat penutupan Pintu Masuk SDN 1 Buahan tersebut proses belajar dan mengajar tidak dapat dilakukan sehingga siswa dipulangkan oleh pihak sekolah.

Baca Juga:  Projo Gianyar Sterilisasi Provokasi dan Gerakan Anarkisme 

Dari keterangan I Wayan Sutanaya, salah satu ahli waris, penyegelan ini merupakan buntut dari pendekatan yang dilakukan terhadap pememerintah  yang tidak menuai hasil. Lantaran tanah leluhurnya yang puluhan tahun dijadikan sekolah dan hingga kini belum juga mendapat tanah penukar dari Pemerintah.

Diungkapkan, SDN I Buahan Kaja yang berdiri sejak 1949 itu, dibangun di atas lahan milik I Cana yang merupakan orang tua Semaranata cs. Bahkan sebagai ahli waris mereka telah berulangkali mengajukan surat permohonan penukar tanah tersebut ke Pemda Gianyar. Namun tidak juga  mendapat tanggapan pasti dari Pemda Gianyar.

“Terakhir, pada hari Kamis tanggal 14 April 2022,  kami bertemu dengan staff Disdik  Gianyar. Tidak juga ada ada  titik terang, sehingga kami dengan terpaksa melakukan tindakan ini,” ungkapnya.

Baca Juga:  SNMPTN Universitas Udayana, Kepala SMKN 3 Denpasar Sayangkan Sanksi 'Blacklist'

Menyikapi kondisi ini, Kapolsek Kapolsek Payangan, AKP I Putu Agus Ady Wijaya pun bertindak cepat dengan melakukan upaya-upaya mediasi untuk mencarikan solusi. Dengan harapan  tidak menggangu aktivitas  belajar dan mengajar.

Dengan menghadirkan Kadis Perkim Gianyar, I Gusti Ngurah Swastika, Camat Payangan, Prebekel Buahan Kaja,  para ahli waris ini pun mulai mendapatkan titik terang.

Baca Juga:  Puluhan Duktang Tak Lapor Diri

Pemkab Gianyar mengaku sudah  bersurat ke BPN untuk melakukan proses pengukuran tanah tersebut dan masih menunggu jadwal terlaksananya pengukuran. Untuk tanah penukaran sudah disediakan 2 lokasi tanah milik Provonsi Bali yang berlokasi Tengipis dan Banjar Selat yang sudah bersertifikat.

“Syukurlah, setelah pihak ahli waris mendapat jawaban dari Pemkab, segel langsung dibuka dan  proses belajar mengajar dapat berjalan  berjalan dengan aman lancar,” ungkap Kapolsek ini.

Pada kesempatan ini pihaknya juga mengapresiasi sikap para ahli waris yang mengutamakan langkah mediasi. Terlebih lagi setelah mendapatkan informasi yang jelas dari pemerintah, para ahli waris ini dengan legowo mempersilahkan segel dibuka.  “Jika sudah ada komunikasi yang jelas gini, informasi pun jelas dan situasinya tetap kondusif,” pungkasnya. (ina/kb)