Bali DigiFest, STMIK Primakara Buktikan Diri Sebagai Kampus Technopreneurship

Pendidikan
Suasana Wisuda VI STMIK Primakara di BNDCC, Nusa Dua, Badung, Sabtu (30/4).

MANGUPURA, Kilasbali.com – Tak hanya sebagai daerah tujuan wisata dunia, ternyata Bali juga mampu mencetak entrepreneurship berbasis teknologi digital. Hal itu dibuktikan oleh STMIK Primakara dalam event Bali Digital Festival (Bali DigiFest) yang digelar Pemerintah Provinsi Bali belum lama ini.

Ketua STMIK Primakara, Made Artana menuturkan, sejak didirikan tahun 2012, STMIK Primakara yang merupakan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer di bawah naungan Yayasan Primakara berkomitmen sebagai kampus technopreneurship. Yakni kampus dengan aktivitas bisnis berbasis teknologi digital.

“Jadi kemajuan teknologi digital harus disikapi,” jelasnya di sela-sela Wisuda VI STMIK Primakara di BNDCC, Nusa Dua, Badung, Sabtu (30/4).

Baca Juga:  SNMPTN Universitas Udayana, Kepala SMKN 3 Denpasar Sayangkan Sanksi 'Blacklist'

Menurutnya, di Bali tak bisa hanya tergantung pada satu sektor saja, sehingga sektor lainnya juga harus dihidupkan. Kata dia, sejak tahun 2014 STMIK Primakara telah menggagas berbagai event untuk menggalakkan entrepreneurship di kalangan generasi muda.

Kampus yang terletak di Jalan Tukad Badung No.135, Renon, Denpasar, kata dia telah menggelar event tahunan diantaranya Bali Startup Camp serta event lainnya.

Jelas dia, Bali Startup Camp adalah sebuah kegiatan tahunan yang digunakan sebagai wadah dalam belajar merintis, merancang, dan memvalidasi sebuah ide kreatif dari masalah yang ada dengan memanfaatkan teknologi untuk dikembangkan menjadi suatu prototype yang nantinya menciptakan generasi dan inovasi startup digitalpreneur masa depan.

Baca Juga:  Hadirkan Duta Besar India, Mahasiswa STMIK Primakara Ikuti Journey of India Dominating The Technology World

Dia juga menuturkan, di akhir tahun 2021 juga menggelar Bali Startup Summit. Event ini dukung Bank Indonesia. Event ini untuk menggaungkan secara nasional bahwa di Bali startup cukup besar, dan harus dimunculkan.

“Jadi memunculkan Bali di peta nasional, dan ini cukup berhasil,” tuturnya.

Artana juga menyinggung, event yang digelar STMIK Primakara rupanya gayung bersambut. Seiring dengan transformasi ekonomi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster, didukung Bapenas dan telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo tentang Eknomi Kerthi Bali, STMIK Primakara diajak untuk mengarap event digital terbesar di Bali.

Baca Juga:  Revolusi Mental Penanaman 10 Juta Pohon

“Jadi salah satu yang harus dimunculkan adalah eknomi kreatif berbasis digital,” ujarnya.

Artana mengungkapkan STMIK Primakara diminta untuk mengarap event untuk mengaungkan ekonomi kreatif digital.

“Kami kemudian membantu Pemerintah Provinsi Bali untuk membuat event Bali Digital Festival (Bali DigiFest). Ini digelar Pemerintah Provinsi Bali dan kami membantu merancang dan pelaksanaan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, Bali DigiFest ini bukan hanya fokus startup saja. Akan tetapi ekonomi kreatif digital secara umum. “Mulai musik, film, animasi, konten kreatif, digital art, termasuk juga startup ada disana,” tandasnya. (jus/kb)