Bali Nyaman, Aman, dan Kondusif Bagi Wisatawan

Denpasar Hiburan News Update Pariwisata
Gubernur Bali Wayan Koster. foto/kilasbali

DENPASAR, Kilasbali.com – Vaksin booster sampai tanggal 30 April 2022 sudah mencapai lebih dari 65%. Capaian ini berkat kesadaran masyarakat Bali yang sangat tertib dan disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan serta mengikuti program vaksinasi termasuk booster.

 

Dengan membaiknya Covid-19 dan tingginya capaian vaksin booster, telah menciptakan suasana Bali yang nyaman, aman, dan kondusif bagi kunjungan wisatawan ke Bali, sehingga jumlah wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung ke Bali semakin meningkat.

 

“Sejak wisatawan mancanegara dibuka tanggal 14 Oktober 2021, dan berlakunya kebijakan baru pada tanggal 7 Maret 2022 yaitu tanpa karantina dan fasilitas Visa on Arrival (VoA) untuk 43 negara, data menunjukkan bahwa jumlah penerbangan internasional ke Bali dan jumlah kunjungan wisatawan domestik serta mancanegara terus mengalami peningkatan,” kata Gubernur Bali Wayan Koster di Denpasar, Minggu (1/5).

 

Dikatakan, sampai saat ini sudah terdapat 11 maskapai yang melayani penerbangan internasional ke Bali, dan akan bertambah lagi penerbangan oleh Maskapai Emirates dan Thai Air, pada tanggal 1 Mei 2022. Jumlah penerbangan internasional ke Bali pada tanggal 1 sampai 30 Maret 2022 mencapai 123 pesawat, dengan total penumpang wisatawan mancanegara sebanyak 17.250 orang, rata-rata sebanyak 575 orang per hari.

 

Baca Juga:  Oknum ASN Terjerat Narkoba Diberhentikan Sementara

“Pada tanggal 1 sampai 30 April, jumlah penerbangan internasional ke Bali meningkat menjadi 305 pesawat (meningkat 148% dibanding bulan Maret), dengan total penumpang wisatawan mancanegara sebanyak 66.685 orang (meningkat drastis 287% dibanding bulan Maret), rata-rata sebanyak 2.222 orang per hari,” sebutnya.

 

Sedangkan jumlah penerbangan domestik ke Bali tanggal 1 sampai 30 Maret sebanyak 2.188 Pesawat, dengan total penumpang sebanyak 276.619 orang, rata-rata sebanyak 9.220 orang per hari. Namun jumlah penerbangan domestik ke Bali pada tanggal 1 sampai 30 April 2022 mengalami penurunan menjadi sebanyak 1.966 pesawat (menurun 11% dibanding bulan Maret), dengan total penumpang sebanyak 245.050 orang (menurun 11% dibanding bulan Maret), rata-rata 8.168 orang per hari. “Penurunan ini terjadi karena sedang berlangsung pelaksanaan ibadah puasa,” imbuhnya,

Baca Juga:  Oknum ASN Kesbangpol Gianyar Ditangkap Bawa Ganja dan Sabu-Sabu

 

Koster menambahkan, kebijakan tanpa karantina dan Visa on Arrival (VoA) yang mulai berlaku sejak tanggal 7 Maret 2022, semula untuk 43 negara, pada tanggal 27 April 2022 bertambah menjadi 60 negara, merupakan momentum pemulihan pariwisata Bali. Momentum ini harus dijaga agar pemulihan pariwisata terus berlanjut sebagai upaya pemulihan perekonomian Bali secara keseluruhan, setelah mengalami keterpurukan selama lebih dari dua tahun sejak bulan Maret 2020.

 

Pemulihan pariwisata dan perekonomian Bali berjalan lebih cepat karena Bali menjadi tempat pelaksanaan Pertemuan Internasional, yaitu: Pertemuan Konvensi Minamata tentang Merkuri tanggal 21 – 25 Maret 2022 yang diikuti oleh 135 negara dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 1.000 orang; dan Pertemuan ke-144 Parlemen se-Dunia tanggal 20 – 24 Maret 2022 diikuti oleh 178 negara dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 1.200 orang. Pertemuan internasional ini tidak berdampak pada peningkatan kasus baru Pandemi Covid-19 di Bali.

 

Baca Juga:  Revolusi Mental Penanaman 10 Juta Pohon

Upaya pemulihan pariwisata dan perekonomian Bali akan berlanjut dalam situasi yang lebih baik, karena Bali menjadi tempat pelaksanaan pertemuan internasional, yaitu: Global Platform for Disaster Risk Reduction (Pengurangan Risiko Bencana) yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 – 28 Mei 2022, diikuti oleh 193 negara dengan jumlah peserta mencapai 4.000 orang yang hadir secara langsung. Yang sangat penting, Bali juga mendapat kepercayaan menjadi tempat penyelenggaraan Konferensi Presidensi G-20, meliputi berbagai rangkaian pertemuan.

 

Pertemuan tingkat Menteri dilaksanakan mulai pertengahan tahun 2022, dan pertemuan puncak yang dihadiri langsung oleh 39 Kepala Negara, dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 10.000 orang pada tanggal 15–16 November 2022. (jus/kb)