Bantuan Pangan, Warga Blahbatuh Minta Bebek

Gianyar Sosial
Penyerahan bebek bagi ratusan KK miskin di Desa Blahbatuh. foto/ina

GIANYAR, Kilasbali.com –  Memastikan program bantuan pemerintah terkait ketahanan pangan tepat guna, langkah aparatur Desa Blahbatuh ini terbilang unik dan sangat disyukuri penerimanya. Bantuannya berupa ternak bebek dan masing-masing KK menerima 15 ekor. Ide ini justru dari permintaan penerima bantuan dengan asumsi dari 15 ekor ini bakal berkembangbiak dan juga menghasilkan telur.

Sedikitnya, 134 KK miskin dari 12 banjar desa di Blahbatuh menerima bantuan 15 ekor bebek per Kepala Keluarga, Senin (9/5). Bantuan ini merupakan program pemerintah terkait ketahanan pangan. “Bantuan bebek ini telah melalui pertimbangan dan permintaan KK miskin,” ungkap Perbekel Desa Blahbatuh, I Gede Satya.

Dia menuturkan, dalam rapat sejumlah opsi muncul seperti ayam, babi dan sapi. Namun, jika ayam terlalu repot harus ada kandangnya dan kadang terbang ke rumah tetangga. Kalau babi juga harus ada kandangnya serta pengolahan limbahnya. Sapi mahal kemungkinan tidak semua kk miskin dapat. “Terakhir dipilih bebek. Ternak bebek kan bisa di lepas saja di sawah sudah bisa hidup dia,” terangnya.

Baca Juga:  GPDRR ke-7 Dihadiri Jokowi, Wapres Zambia, dan Ribuan Delagasi dari 193 Negara

Perkiraan Satya, sekitar satu setengah bulan ke depan bebek tersebut telah menghasilkan telur. Nanti kk miskin bisa menjualnya atau konsumsi sendiri sebagai upaya ketahanan pangan. “Kalau dipelihara serius, tentunya akan berkembang biak. Telurnya juga menjadi penghasilan yang menjanjikan,” ujarnya.

Sementara itu, data KK miskin yang dipakai ini merupakan acuan dari pendataan OPD pemkab Gianyar. Ke depan pihaknya selalu memonitor bebek tersebut agar tetap sehat saat di pelihara. “Hasilnya nanti tetap diserahkan kepada KK tidak mampu, telurnya entah mau dijual atau dikonsumsi pribadi,” jelasnya.

Anggaran untuk ketahanan pangan ini bersumber dari 20% dana desa. Nilai ketahanan pangan ini Rp 191 juta. Sementara khusus untuk barang diserahkan kepada masyarakat berupa bebek ini nilainya, Rp 126 juta. “Ketahanan pangan ini bisa digunakan untuk beberapa program, salah satunya pemberian bebek ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Puluhan Duktang Tak Lapor Diri

Bebek yang disumbangkan ini tidak sepenuhnya didapat dari warga Desa Blahbatuh. Namun pihaknya tetap mengusahakan agar warga Desa Blahbatuh yang memberikan. “Ya di Blahbatuh tidak mencukupi, sisanya kami datangkan dari luar desa, tapi tetap warga kami yang mencarikan. Perputaran ekonomi tidak jauh dari warga kami,” tandasnya.

Harapan Satya dengan pemberian bebek ini, KK tidak mampu ini bisa meningkatkan taraf kesejahteraan. Jika pun tidak bisa mengembangbiakan, warga ini akan dapat dapat dari hasil telurnya. Penyerahan bebek bertahap, dibagi jadwal untuk menghindari kerumunan.  “itu bisa dijual dan dikonsumsi sendiri, protein keluarga bisa terpenuhi jadi bisa cukup pangan,” pungkasnya. (ina/kb)