Perlindungan Hak Cipta Penyiaran Media Sosial

Denpasar Pendidikan
Suasana semina Perlindungan Hak Cipta Penyiaran Media Sosial di Kampus Unud. foto/dsk

DENPASAR, Kilasbali.com – Di era digital saat ini, banyak stasiun televisi yang mengambil tayangan dari media sosial seperti YouTube. Meski mengambil konten yang bersumber dari media sosial, sering ditemui stasiun televisi yang hanya menyebutkan sumber dari YouTube tanpa menyebutkan nama penciptanya. Menurut Yuliandre, konten-konten di media sosial juga memiliki hak cipta yang perlu dilindungi.

“Industri TV pun merasa ada konten mereka ada yang diambil oleh kanal YouTube yang seharusnya disebutkan sumbernya dari mana. Fenomena ini bergulir tanpa ada kepastian, mau kemana arah kebijakannya,” kata Komisioner KPI Pusat Yuliandre Darwis saat Seminar Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat bertajuk “Perlindungan Hak Cipta Konten Penyiaran di Media Sosial” di Universitas Udayana Kampus Sudirman Denpasar, Rabu (11/5)

Menurutnya, dalam menyiarkan konten yang bersumber dari media sosial tentu lembaga penyiaran harus berhati-hati. Stasiun televisi tetap harus menjalankan fungsi verifikasi secara ketat dalam menyikapi situasi ini. “Karena sumber konten dari media sosial bisa dari mana saja, tidak hanya dari otoritas yang bisa dipercaya,” tambah Yuliandre.

Baca Juga:  Ini Aturan Perjalanan Domestik dan Internasional di Bali

Mengajak para pakar, akademisi, dan mahasiswa, pihaknya berharap seminar ini menghasilkan kesimpulan yang mengarah ke kebijakan perlindungan hak cipta konten penyiaran media sosial. “Dalam sebuah karya, namanya intelektual property, hak cipta. Dan itu harus dihargai. Semua konten kreator mempunyai hak cipta, tidak semena-mena kita ambil. Ini yang menjadi isu strategis saat ini,” papar Yuliandre.

Sementara itu, Rektor Universitas Udayana Prof. I Nyoman Gde Antara mengapresiasi KPI Pusat yang mengajak Universitas Udayana untuk menaruh perhatian pada perlindungan hak cipta konten penyiaran media sosial. Pihaknya berharap seminar ini memberikan manfaat bagi akademisi dan mahasiswa Universitas Udayana dalam perkembangan dunia penyiaran di Indonesia.

“Harapannya bisa berjalan baik, mendapatkan solusi. Kami berharap ini tidak akan berhenti sampai hari ini dengan KPI Pusat. Kami siap membantu dan membangun kerja sama lebih lanjut,” papar Prof. Antara.

Baca Juga:  Indonesia Tuan Rumah Kejuaraan Tinju Amatir Dunia Tahun 2022

Dalam seminar ini, KPI mengundang tiga pakar komunikasi dan media penyiaran sebagai narasumber seminar, di antaranya Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Usman Kansong; Praktisi Kekayaan Intelektual, Dr. Justisiari P.Kusumah; dan Akademisi Universitas Padjajaran, Prof. Dr. Ahmad Ramli. Turut hadir penanggap seminar, yaitu Dirut Program & Pengembangan Metro TV, Agus Mulyadi dan Perwakilan dari Viva Group, Adi Sumono dan Indah Saraswati.  (jus/kb)

Baca Juga:  Tanam Pohon Bambu Tangkal Erosi Bantaran Tukad Badung