BadungHiburan

Tancap Gas Usai Pandemi, Side Brother’s Bakal Rilis Single Pemanasan Jelang Album Kedua

MANGUPURA, Kilasbali.com – Lesunya panggung hiburan dan pentas musik di Pulau Dewata selama pandemi dirasakan pula kuartet pengusung aliran alternatif slow rock, Side Brother’s yang harus merelakan banyak jadwal manggung yang tertunda.

Bahkan band beranggotakan I Gde Pacung Semara Bawa (Pacunk Sb) pada Vokal dan Gitar, I Putu Gova Angga Wisma (Gova) pada lead guitar, I Putu Trendy Adi Pratama (Segul) pada Drum dan I Wayan Santika (Lecir) pada bass ini nyaris vakum.

“Pandemi 2 tahun terakhir ini membuat kami sangat jarang berinteraksi maupun manggung. Namun selama 2 Tahun vakum bukan menjadi halangan bagi kami untuk berkarya meski jarang bertemu. Kami berharap semoga keadaan kembali pulih,“ harap Pacunk Sb dan personel Side Brother’s lain yang ditemui seusai manggung di Bhumiloka Cafe di kawasan Canggu-Badung belum lama ini.

Melandainya kasus covid-19 dan situasi pandemi yang mulai terkendali di Bali membuat Side Brother’s langsung bisa tancap gas untuk kembali berkarya meramaikan lagi blantika musik di Pulau Dewata. Seiring dengan mulai terisinya jadwal manggung dan bermunculannya kembali pentas-pentas musik.

Jika tidak ada halangan, kelompok yang bermarkas di bumi lumbung beras yakni Kabupaten Tabanan ini akan kembali merilis single dan dilanjutkan peluncuran video klip terbaru.

“Kami masih solid dan aktif berkarya. Rencananya single dan video klip baru akan dirilis bertepatan dengan hari jadi ke-8 Side Brother’s pada bulan Juli nanti,” jelas Pacunk Sb.

Baca Juga:  Persiapan Pemilu 2024, KPU Tabanan Audensi ke Ketua DPRD

Dia menyatakan hal tersebut juga sebagai langkah awal untuk merilis album kedua nantinya. Album kedua ini nantinya akan jadi wahana semangat baru sekaligus pembuktian konsistensi band yang telah menelurkan album perdana bertajuk “Mimpi Waktu Dan Harapan” pada 2019 lalu.

Berawal Dari Tetangga Kos

Sedikit kilas balik, Pacung Sb menuturkan kembali asal muasal band yang dikenal dengan hits seperti “Tembang Tresna” (2015), “Nyaman” (2015), “Jaga Hati” (2016) , “Mimpi Waktu & Harapan” (2017) hingga “Mekenyem Diastun Lara” (2018) ini dinamakan Side Brother’s. “ Side atau samping dan Brother’s yaitu saudara diambil dari kisah saya sendiri yang saat itu ngekos di Denpasar dan memiliki tetangga kos yang sudah seperti saudara Kadek Adi Putra alias Dek Kung,” urai Pacung Sb.

Setelah itu, nama Side Brother’s akhirnya dipilih dengan memiliki makna filosofinya, yakni adalah “persaudaraan” dalam hidup. Dengan dengan menerapkan konsep persaudaraan semua hal yang terasa sangat sulit akan menjadi lebih mudah,” tegasnya.

Pacunk Sb juga menceritakan hobi yang sama diantara keduanya membuat mereka memutuskan untuk menciptakan karya lagu berbahasa Bali dengan format duo akustik. Single perdana yang berjudul “Lebian Aturan” direkam di salah satu studio di kawasan Dalung, Kabupaten Badung.

Baca Juga:  Peringati Harganas, BKKBN Bali Gerebek Stunting di Banjar Beng, Tunjuk, Tabanan

“Nah saat rekaman berlangsung, datanglah Lecir yang saat itu masih menjadi pemain bass band lain, kita kenalan dan ngobrol,” ceritanya tentang bassist asal Kubu, Karangasem tersebut.

Setelah pertemuan itu, suatu hari Side Brother’s diundang untuk mengisi sebuah acara dan karena formatnya duo sedangkan panggungnya cukup megah maka dirasa kurang ‘meriah’ tanpa bantuan drum dan bass. Hingga akhirnya muncul ide untuk menambahkan 2 personil lagi untuk posisi bassist dan drummer.

“Mungkin karena kesamaan visi dan misi bermusik akhirnya Lecir memilih meninggalkan band lamanya dan bergabung dengan Side Brother’s. Akhirnya kita manggung bertiga dan drumernya dibantu additional,” ujar pria asal Baturiti, Tabanan ini.

Pencarian akan personel tetap untuk mengisi posisi penggebuk drum pun berlanjut dengan kisah yang cukup unik yakni dimulai dari pasar tradisional. Suatu ketika saat Pacunk sb membantu teman jualan sayur di Pasar Kuta, datanglah Segul asal Banyuning, Singaraja, yang kebetulan memiliki hubungan pertemanan dengan sang teman tadi.

“Sambil ngobrol-ngobrol seputar dunia musik Segul mengatakan jika dia bisa bermain drum. Kesempatan yang baik ini saya sambut, saya undang dia datang untuk latihan ke studio di kawasan Sidakarya. Sejak saat itu saya ajak dia gabung di Side Brother’s,” kata Pacunk Sb.

Baca Juga:  Kemenkominfo Gelar Digitalk di Bali

Namun karena kesibukan dan lain lain, tahun 2015 gitaris pertama Dek Kung akhirnya mengundurkan diri, kemudian digantikan oleh Gova sampai saat ini. Gova yang juga asal Baturiti, Kabupaten Tabanan dan merupakan adik kelas Pacunk Sb sejak SMP dan SMA diakuinya termasuk musisi yang cerdas dan sangat cepat dalam menangkap nada saat proses aransment musik.

“Saking cerdasnya dia bisa memainkan gitar dengan tangan kanan maupun kiri. sangat jarang saya temui gitaris yg punya keahlian seperti itu,” puji Pacunk Sb.

Setelah berjalan selama 8 tahun Pacunk mengakui bahwa mendirikan band itu sangat mudah, namun tetap konsisten dengan personil tetap itu yang sulit. Side Brother’s sudah melalui ini dengan penuh perjuangan, patungan untuk latihan, rekaman dan hingga pembuatan video clip sudah jadi makanan sehari-hari bagi band yang cukup intens menginjeksikan sound distorsi pada karya-karyanya ini.

“Sampai akhirnya hari keberuntungan tiba,bertemu dengan Ibu Putri Koster yang mensupport penuh. Dan berkat support beliau akhirnya album pertama Side Brother’s yg berjudul “Mimpi Waktu Dan Harapan” telah rampung pada tahun 2019 lalu,” tandas Pacunk Sb, diamini personel lain. (nrm/kb)

Berita Terkait

Back to top button