GianyarSosial

Projo Gianyar Sterilisasi Provokasi dan Gerakan Anarkisme 

GIANYAR, Kilasbali.com – Pasca lebaran, migrasi penduduk pendatang memang tidak bisa dihindari. Namun bagi penduduk pendatang di Gianyar, selain wajib beridentitas lengkap, dipastikan pula tidak membawa misi yang berpotensi mengusik solidaritas dan steril dari ajakan -ajakan gerakan anarkis dan pemecah belah tatanan  kebangsaan di bumi seni. Hal itu diungkapkan oleh Koordinator Projo Gianyar, Mohammad Atam, Jumat (20/5).

Atam menegaskan, hingga kini kondusivitas terjaga lantaran solidaritas seluruh komponen sangat erat terjalin. Namun demikian, semua pihak tidak boleh lengah. Karena isu-isu atau kegiatan yang sifatnya politis di Jakarta juga kerap dilempar ke daerah-daerah oleh oknum-oknum tertentu.

Syukurnya sejauh ini, pihaknya belum melihat provokasi pemecah belah maupun ajakan gerakan anarkisme yang diterima mentah-mentah. Termasuk pula aksi demo di Jakarta dan di sejumlah daerah yang akhir-akhir ini marak, hanya angin lalu bagi warga Gianyar.

Baca Juga:  Ratusan Burung Adu Kicau di Kapolres Gianyar Cup V

“Aksi anarkistis saat menyampaikan aspirasi beberapa waktu lalu, hanya menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan,” ungkap Atam yang juga Tokoh Madura di Gianyar ini.

Pada kesempatan ini, Atam juga menyayangkan maraknya ajakan yang menyusup di tengah masyarakat yang cenderung ke arah anarkisme. Hanya saja untuk di Bumi seni, deteksi keberadaan penduduk tak beridentitas kini mendapat perhatian serius, baik dari aparatur adat maupun pemerintah. Hal demikian, keberadaan oknum-oknum radikal yang kerap sembunyikan identitas, sangat sulit bergerak.

“Kami dari Projo maupun temen-teman Madura di Gianyar,  tetap komitmen dan kalaupun ada oknum  yang kehadirannya di Gianyar merusak tatatan,  langsung kami sikapi,” terangnya.

Baca Juga:  Galungan Berlalu, Harga Cabai Tetap 'Pedas'

Terkait balutan aspirasi rakyat yang kerap dijadikan tameng, Atam menegaskan bahwa Pemerintah sudah membuka pintu lebar-lebar. Dan ini seyogyanya dijadikan momentum untuk menyampaikan aspirasi secara santun, komunikatif dan tidak anarkistis. “Kami menolak kekerasan dan anarkisme  saat unjuk rasa maupun kondisi apapun,” tegasnya.

Sebagai elemen bangsa di daerah, pihaknya juga menyampaikan kesiapannya untuk bersama-sama mengamankan wilayah masing masing dari penyusup, perusuh dan tidak akan main hakim sendiri.

Lanjut itu, pihaknya juga mengutuk keras dan menentang segala bentuk tindakan anarkistis yang dapat mengganggu kegiatan ekonomi masyarakat, memperburuk kesejahteraan masyarakat, membuat ketakutan dan keresahan masyarakat untuk berkegiatan normal.

Baca Juga:  Motivasi Hadapi Pemilu 2024, Bawaslu RI Kunjungi Bawaslu Tabanan

“Kami selalu mendukung langkah Polri untuk mengambil langkah secara tegas dan profesional,” pungkasnya. (ina/kb)

Berita Terkait

Back to top button