DenpasarNews UpdatePariwisataTokoh

Aman dan Nyaman Berwisata di Indonesia

DENPASAR, Kilasbali.com – Pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia. Seperti Visa on Arrival (VoA), bebas karantina, dan tanpa tes PCR bagi wisatawan yang telah tuntas menjalani mengikuti vaksinasi Covid-19.

Wakil Ketua Komite III DPD RI, Dedi Iskandar Batubara menilai, kebijakan itu menjadi moment yang tepat untuk membangkitkan kembali geliat pariwisata Indonesia. “Ini saatnya pariwisata Indonesia segera reborn. Jangan tunda-tunda, pokoknya gaspol,” ujar Dedi Iskandar Batubara disela-sela menghadiri Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Federasi Serikat di Ballroom Prime Plaza Hotel, Sanur, Bali, Rabu (25/5).

Menurutnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) juga telah memberikan sinyal bahwa pandemi telah berakhir dan beralih ke endemi. Jokowi telah memperbolehkan melepas masker di tempat terbuka.

“Kita harus segera reborn untuk mengejar keterpurukan sejak dua tahun kemarin, tepatnya sejak medio Maret 2020. Menurut saya kita harus bangkit dengan membangun citra bahwa wisatawan yang datang merasa nyaman dan aman berwisata di Indonesia,” ajak Senator Dapil Sumatera Utara.

Pihaknya juga mendorong agar pemerintah segera mengambil keputusan pergantian status menjadi endemi. Dia berharap, pemerintah secepat mungkin, dan jangan ragu-ragu dalam membuat kebijakan pandemi menjadi endemi.

“Saya kira perspektif masyarakat saat ini, jangankan endemi, Covid-19 ini sudah selesai. Tapi ini tidak boleh seperti itu. Namun berangsur-angsur beralih dengan membangun mindset harus hidup berdampingan dengam virus ini, dan tetap protokol kesehatan itu yang terpenting,” tegasnya.

Baca Juga:  Lepas PPAP Perwakilan Bali, Cok Ace Bekali Pemuda dengan Padma Buana
Wakil Ketua Komite III DPD RI, Dedi Iskandar Batubara

Dedi Iskandar Batubara juga membeberkan bahwa sebagai bagian dari pembangunan nasional, selama beberapa dekade pariwisata menjadi salah satu sektor unggulan yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian domestik.

Kata dia, pariwisata merupakan komoditas yang paling berkelanjutan dan menyentuh hingga ke level bawah masyarakat. Sektor pariwisata dinilai memiliki andil cukup besar dalam pendapatan devisa negara, termasuk dalam penciptaan kesempatan kerja.

“Puncaknya pada tahun 2019, berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 4,80% atau meningkat 0,30 poin dari tahun sebelumnya. Data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI lainnya juga menyebutkan penyerapan tenaga kerja di sektor pariwisata pada tahun 2019 mencapai 13 juta orang,” jelasnya.

Baca Juga:  Peringati Harganas, BKKBN Bali Gerebek Stunting di Banjar Beng, Tunjuk, Tabanan

Kata dia, jumlah ini meningkat 3,17% di banding tahun sebelumnya. Penyerapan tenaga kerja tersebut menyumbang 10,28% dari jumlah pekerja nasional. Hal ini bisa dipahami karena sesungguhnya pariwisata bukanlah sektor yang berdiri sendiri tetapi merupakan kegiatan industri yang melibatkan multi sektor, sehingga dampak ekonomi yang ditimbulkan juga berdimensi multi sektor.

Dijelaskan, selama lebih dari dua tahun pandemi Covid -19 melanda dunia, sektor pariwisata mati suri. Sektor pariwisata menjadi salah satu usaha yang paling terdampak pandemi Covid-19. Berdasarkan data Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) jumlah kunjungan wisatawan di seluruh dunia menurun 44 persen selama pandemi.

Baca Juga:  Motivasi Hadapi Pemilu 2024, Bawaslu RI Kunjungi Bawaslu Tabanan

“Adapun di Indonesia, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara selama tahun 2020, mencapai 4,02 juta kunjungan atau turun sebesar 75,03 persen jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada periode yang sama tahun 2019 yakni berjumlah 16,11 juta kunjungan,” tandasnya. (jus/kb)

Berita Terkait

Back to top button