GianyarPemerintahan

Anggaran Rp 2,1 M, Tender Rehab Gedung PLUT  Senilai Rp 1, 4 M

PLUT UMKM Gianyar menjadi PLUT Premium

GIANYAR, Kilasbali.com –  Meski kondisi gedung masih terbilang baru, Gedung Pusat Layanan Terpadu (PLUT) Koperasi dan UMKM yang terletak di Desa Bedulu, Blahbatuh, Gianyar tahun ini  akan direvitalisasi. Anggaran dialokasikan oleh pusat untuk mewujudkan PLUT UMKM Gianyar menjadi PLUT Premium.

Menariknya dari nilai anggaran sebesar Rp 2,1 miliar, dalam proses tender pihak rekanan berani memasang angka Rp 1,4 miliar untuk memastikan sebagai pemenang.

Dari keterangan yang diterima, proses tender sudah selesai dan telah ada kontraktor yang memenangkan.

Baca Juga:  "Nomaden" Bawaslu Gianyar Dambakan Kantor Permanen

Anggaran revitalisasi tersebut berasal dari kementrian melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan anggaran Rp 2,1 miliar.

“Setelah tender proses pemenangnya adalah pihak rekanan yang memasang harga  Rp 1,4 miliar,” ungkap Kepala dinas koperasi dan UMKM Gianyar, I Wayan Arsana, Minggu (5/6).

Pihaknya pun tidak memahami karena jauhnya harga penawaran yang dilakukan kontraktor. Padahal anggaran dari pusat dipastikan berdasarkan perhitungan yang matang.

Dengan mempertimbangkan harga komuditinya seperti  harga besi dan material lainnya.

Baca Juga:  Digitalk Kemenkominfo, Putri Koster; Setahun Berpameran, Omzet Perajin Bali Rp20 Miliar

“Pemerintah pusat juga mengatur proses pembangunannya, seperti harus ada mushola, jalan disabilitas dan lainya. Tapi proses tender telah memenangkan dengan nilai demikian,” terangnya.

Lebih lanjut Arsana mengatakan, fungsi PLUT ini sangat vital sekali dalam dunia koperasi dan UMKM. Disini para pengusaha bisa mendapatkan pendampingan mulai dari pembukuan, sampai dengan branding produk.

“Sangat lengkap sekali, ada 75 ribu umkm di Gianyar yang telah terdata. Angka ini termasuk dagang canang,” ujarnya.

Namun ia juga tidak menampik proses pendampingan harus dimaksimalkan lagi. Sebab saat gedung PLUT ini dioperasikan, operasionalnya murni dari pemerintah pusat.

Baca Juga:  IEG Gandeng MIX Sosialisasi Hak Siar Program FIFA World Cup 2022 dan EPL

“Termasuk gaji pendamping dari pusat. Namun kemudian  pemerintah pusat menyerahkan ke pemkab, dalam situasi ini kami sangat keteteran. Pegawainya telah dialihkan ke pemkab juga,” jelasnya.

Syukurnya pendamping di PLUT itu selalu siap data, lengkap dari orangnya sampai usahanya.

“Ketika kami minta pengusaha tempe, datang pengusaha tempe. Ketika kami minta pengrajin datang pengrajin. Selalu mereka siap,” pungkasnya. (ina/kb)

Berita Terkait

Back to top button