DenpasarNews UpdatePendidikan

Aktualisasi Kepemimpinan Bung Karno dalam Bali Era Baru

Koster Ingatkan 'Jas Merah'

DENPASAR, Kilasbali.com – Gubernur Bali, Wayan Koster saat membuka seminar “Aktualisasi Kepemimpinan Bung Karno dalam Bali Era Baru”, di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali di Denpasar, Senin (6/6).

Koster mengatakan, Bung Karno tidak saja menjadi pemimpin pergerakan, proklamator, presiden pertama Republik Indonesia. Lebih dari pada itu, beliau telah memberikan ajaran – ajaran yang sangat fundamental bagi masa depan bangsa Indonesia.

“Tidak saja membangun semangat masyarakat Indonesia ketika melawan penjajahan, tapi juga membangun spirit agar bangsa ini setelah merdeka terus memiliki semangat yang kuat dalam mengisi kemerdekaan dengan pembangunan – pembangunan sesuai konteks perkembangan zamannya,” kata Koster.

Untuk itu, lanjut Koster,  sebagai generasi penerus harus memahami dan mengetahui dari mana berasal, kemudian memahami sejarah panjang bagaimana pemimpin bangsa terdahulu berjuang mengantarkan bangsa.

“Saya harapkan di seluruh Indonesia supaya kita mengenal sejarah atau Jas Merah. Jangan sekali – kali melupakan sejarah. Untuk itu kita harus ingat, bahwa keberadaan kita hari ini, itu ada yang menggerakan, mengkreasikan, dan menciptakan serta menuntun jalan untuk mencapai segala aspek pembangunan di seluruh Indonesia,” beber Koster.

Dikatakan, Bung Karno tidak saja mewariskan nilai – nilai yang luar biasa, tapi juga mewariskan pembangunan – pembangunan fisik yang sangat monumental.

Baca Juga:  Antisipasi PMK, Bhabinkamtibmas Sambangi Peternak Sapi

“Jadi Bung Karno itu adalah sosok yang sangat komplit, memiliki pengetahuan dengan membaca referensi yang cukup banyak, sehingga beliau bisa merumuskan tentang bagaimana masa depan Indonesia, bagaimana ideologi Indonesia dengan Pancasila yang dibangun oleh beliau, dan kemudian juga memberikan arahan untuk membangun bangsa ini yang dituangkan dalam konsep pola pembangunan semesta berencana,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pantau Pelayanan Samsat Denpasar, Koster Tampung Usulan Diskon Pajak 

Koster menuturkan, konsep pola pembangunan semesta berencana ini telah dibaca sebelum menjadi Gubernur Bali serta mempelajari tentang sejarah peradaban Bali, hingga membaca tentang budaya Bali dari mulai Bali ini ada sejak zaman kuno sampai berkembang saat ini.

“Jadi saya merumuskan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali ini tidak asal, tapi betul – betul membaca referensi. Satu tahun setelah Pemilu 2014 atau maju ketiga kalinya sebagai DPR RI, mulai ada wacana Gubernur Bali dan nama saya disebut-sebut, maka mulai tahun 2016 yang lalu, saya berinisiatif saja. Saat itu tidak tahu, apakah saya ditugaskan sebagai Calon Gubernur Bali oleh Ibu Megawati Soekarnoputri. Saya menulis tentang Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan ada saja orang yang tidak dikenal datang membawa referensi tentang Bali dan saya baca selama setahun lamanya, serta saya kasi tanda buku itu satu persatu untuk saya rumuskan sesuai konsep pola pembangunan semesta berencana untuk dijalankan di Pulau Bali,” jelasnya.  (jus/kb)

Baca Juga:  Pandemi Jadi Endemi Tunggu PPKM Dicabut

 

Berita Terkait

Back to top button