BadungSeni Budaya

Akurat Petakan Batimetri

Pushidrosal Gunakan Teknologi SDB dari EOMAP

KUTA, Kilasbali.com – Sejak 2019, Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) merupakan pengguna teknologi Satellite-Derived Bathymetry (SDB) pertama di Asia, dan hingga saat ini telah diterima secara luas oleh berbagai dinas hidrografi terkemuka di dunia.

Batimetri atau kontur kedalaman bawah air perairan dangkal merupakan hal yang sangat penting bagi para pemangku kepentingan di wilayah pesisir: mulai dari kepentingan pertahanan dan hidrografi, konstruksi sipil dan para perancang konstruksi yang membutuhkan data yang reliabel tentang kedalaman dan morfologi dasar laut, serta dinamika pantai. Selama ini, untuk membuat peta laut, seringkali harus melakukan survei batimetri secara langsung yang membutuhkan banyak biaya dan waktu.

“SDB adalah teknologi penginderaan jauh yang memungkinkan pemetaan batimetri secara akurat menggunakan citra satelit, bahkan tanpa perlu mendatangi area yang akan disurvei. Juga mengefisiensikan alokasi waktu dan biaya yang diperlukan untuk survei batimetri di perairan dangkal,” jelas Fajar Setio Adi, Managing Director EOMAP Indonesia, di Kuta, Kamis (9/6/2022).

Baca Juga:  Bali Era Baru, Rayakan Rahina Tumpek Klurut dengan Upacara Jana Kerthi

Hal ini juga didiskusikan secara intens pada Inter-Regional Coordination Committee (IRCC), konferensi tahunan yang diadakan oleh International Hydrography Organization (IHO) selama 3 hari (6-8 Juni 2022) di Hotel Anvaya Beach Resort, Kuta. Sebagai penutup rangkaian kegiatan tersebut, Kamis keesokan harinya, di tempat yang sama digelar Seminar Internasional Hari Hidrografi Sedunia (World Hydrography Day International Seminar) yang diselenggarakan oleh Pushidrosal.

Selain lebih efisien kata Fajar Setio Adi, teknologi SDB juga dapat melengkapi teknologi survei konvensional lainnya dan memungkinkan para surveyor untuk memetakan area yang sulit dan tidak dapat diakses secara fisik. Untuk aplikasi sipil, teknologi SDB dapat membuat proses prakiraan dan mitigasi bencana menjadi lebih mutakhir, misalnya sebagai masukan data yang sifatnya krusial untuk melakukan pemodelan tsunami dan hidrodinamika yang lebih baik, serta dapat berkontribusi lebih kepada para pemangku kepentingan wilayah pesisir di Indonesia, agar dapat mengambil keputusan yang lebih cepat dan lebih ekonomis.

EOMAP dirintis 20 tahun silam dan menjadi pionir dalam teknologi SDB di dunia, yang membantu penggunanya dalam mengukur kedalaman air dengan memanfaatkan citra satelit. Pada tahun 2015 dan 2022, EOMAP terpilih sebagai penyedia SDB peringkat teratas oleh Dinas Hidrografi Inggris.

Baca Juga:  Hari Pertama 10th Perisai Diri International Championship

EOMAP adalah spin off dari German Aerospace Agency yang didirikan tahun 2006 oleh sekelompok pemerhati perairan internasional yang metransformasi data satelit menjadi data yang bernilai bagi pemangku kepentingan perairan wilayah pesisir, sungai, dan bendungan (inland water). Dengan produk data dan layanan perangkat lunaknya, EOMAP mengadvokasi pengelolaan perairan wilayah pesisir dan inland water dengan lebih efektif dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Digitalk Kemenkominfo, Putri Koster; Setahun Berpameran, Omzet Perajin Bali Rp20 Miliar

Perusahaan teknologi Jerman ini memiliki kantor pusat di dekat Munich dan perwakilan di Australia, AS, Indonesia, dan di Uni Emirat Arab. Pada tahun 2022, EOMAP mendirikan kantor perwakilannya di Indonesia dan berencana melakukan aktivitas litbang serta alih teknologi kepada para ahli Indonesia untuk mendukung para pemangku kepentingan di Indonesia dengan lebih baik dalam jangka panjang. (djo/kb)

Berita Terkait

Back to top button