GianyarNews UpdatePariwisata

Fasum Wisata Bukit Jati Memperihatinkan

Balai Serba Guna Tak Layak Digunakan

GIANYAR, Kilasbali.com – Bukit Jati Gianyar yang dulunya menjadi objek wisata, bumi perkemahan hingga berbagai kegiatan lainya kini tampak ditelantarkan. Sejumlah fasilitas umum (fasum) seperti Balai Serba Guna hingga sejumlah balai bengong kini tidak layak lagi dimanfaatkan. Fasum ini kini diselimuti semak dan terdapat pula bekas pembakaran daun dibakar.

Sementara itu, Balai Serba Guna yang ukurannya sekitar 20 X 20 meter, hampir keseluruhan bagian plafon atap lapuk. Beruntung struktur atap kuat, sehingga mampu memikul beban atap yang terbuat dari genteng beton. Dari pantauan Senin (13/6/2022) hanya lahan parkir saja bersih. Namun di sekitar areal menyemak dan tidak pernah ada aktifitas.

Tampak seorang tukang memperbaiki pintu kamar mandi. Tukang rehab ini menyebut, seluruh pintu kamar mandi/toilet kondisinya lapuk. “Ini semua pintunya lapuk, saya disuruh memperbaiki dan mengganti pintu dan daun pintu dengan bahan aluminium,” jelasnya.

Baca Juga:  Antisipasi PMK, Bhabinkamtibmas Sambangi Peternak Sapi

Pekerja ini juga menjelaskan, dirinya hanya mendapat perintah melakukan perbaikan. Disebutnya, bangunan tersebut disewa Kampus Elizabeth untuk melakukan kegiatan mahasiswa baru. “Saya tidak tahu banyak, saya ditugaskan pihak kampus untuk melakukan perbaikan,” jelasnya lagi.

Salah satu pengunjung dari Desa Saba menjelaskan, kondisi bangunan tidak memiliki daya tarik dan konsepnya bukan seperti sebagai Balai Serba Guna. “Tidak ada kesan mengundang dan nampak memang tidak pernah ada kegiatan. Dulu katanya sebagai kegiatan keremajaan,” jelas pengunjung ini.

Secara terpisah, Kadis Pariwisata Gianyar, AA Gede Putrawan mengaku sudah mengajukan permohonan untuk penghapusan aset Balai Serba Guna tersebut. Terlebih Areal itu bukan lahan milik Pemkab Gianyar, namun milik perorangan,” jelas AA Putrawan.

Baca Juga:  Cegah PMK Lalu Lintas Ternak Dimonitoring

Setelah penghapusan aset, maka Pemkab Gianyar tidak lagi memiliki kewenangan apapun terhadap aset yang terdapat disana dan sepenuhnya dikelola pemilik lahan. Sedangkan untuk sementara kegiatan yang membutuhkan bangunan indoor, bisa menggunakan Balai Budaya Gianyar atau bila berkaitan dengan aktivitas outdoor bisa dilakukan di Kebun Raya Pilan atau tempat lainnya. (ina/kb)

Berita Terkait

Back to top button