GianyarSosial

Pencuri Laptop Bebas Jeratan Hukum

Korban Memohon Tidak Diproses Hukum

GIANYAR, Kilasbali.com – Jika kondisi ekonomi mendesak, kadang niat jahat pun nyembul secara spontan. Demikian pula yang kekhilafan yang dilakukan I Ketut Darmawan warga Banjar Batur, Batubulan Sukawati ini.

Syukurnya, korbannya malah memohon agar bapak dua anak ini tidak diproses hukum hingga akhirnya Kejari memutuskan menyelesaikan secara restorative justice.

Penghentian penuntutan perkara pencurian inipun dilaksanakan oleh JPU yang dipimpin langsung oleh Ibu Kepala Kejari Gianyar, Dr. Ni Wayan Sinaryati, di Genah Adhyaksa Ubud, Kamis (16/6).

Ditandai dengan pelepasan atribut orange sebagai simbol Darmaman kini sudah tidak lagi menjalani proses hukum.

“Dalam kasus ini, kami kedepankan penyelesain hukumnya dengan mengembalikan keadaan ke keadaan semula. Dan dari beberapa pertimbangannya, sudah memenuhi persyaratan,” ungkap Sunaryati.

Dari ikwal pencurian, papar Sumaryati, Ketut Darmawan ini memang tidka memiliki pekerjaan tetap. Memiliki dua orang anak dan istrinya bekerja sebagai cleaning service di sebuah sekolah TK Swasta di Batubulan.

Baca Juga:  Antisipasi PMK, Bhabinkamtibmas Sambangi Peternak Sapi

Di tengah kondisi ekonominya, Ketut mendapat musibah di mana anaknya terjatuh dan mengalami pendarahan di otak. Dalam kondisi bingung dan tidak memiliki biaya, dirinya melihat sebuah laptop di atas meja guru saat membantu istrinya bekerja.

Lantaran sangat membutuhkan uang, Ketut pun nekat mencuri laptop tersebut. Namun tanpa dinyana sebagai pencuri amatiran, aksinya pun terekam CCTV.

Hingga akhirnya Ketut diamankan aparat kepolisian dan menjalani proses hukum hingga ditangan Kejari.

Baca Juga:  Warga Temukan Ketu Sulinggih Terjatuh dan Mengelinding di Blahbatuh

Pihak Kejari lantas mengupayakan secara restorasi setelah terpenuhi persyaratan sebagaimana pasal 5 ayat (,1) ayat (2) dan 6 peraturan Kejaksaan No.15 tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan berdasarkan keadilan Restoratif dan Surat Edaran JAM PIDUM  no.01/ EJP / 02/2020.

Tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana. Tindak pidana hanya diancam dengan pidana denda atau diancam dengan pidana penjara tidak lebih dari 5 (lima) tahun. Nilai kerugian atau barang bukti tidak lebih dari Rp.2.500.000.

Baca Juga:  Kepergok Mencuri, Bule Ini Ngamuk di Sel

“Sudah ada kesepakatan perdamaian antara korban dan tersangka.  Dalam kasus ini juga didukung oleh tokoh masyarakat /bendesa adat Jro kuta dan silamurti, Batubulan,” pungkasnya. (ina/kb)

Berita Terkait

Back to top button