GianyarNews UpdateSosial

Gianyar Genjot Vaksinasi Rabies

Antisipasi Kasus Masuk Bumi Keris

GIANYAR, Kilasbali.com – Meski hingga kini belum ada tambahan kasus baru, namun kasus gigitan anjing rabies di luar Kabupaten Gianyar juga mendapat perhatian serius oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar. Antisipasinya, vaksinasi rabies di tiap desa pun digenjot.

Kabid Keswan Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar, Made Santiarka menjelaskan untuk Gianyar belum ada penambahan kasus dan desa zona merah tetap 12 desa.

“Untuk desa zona merah di Gianyar tidak bertambah, namun desa yang zona kuning bertambah. Walau demikian, dari estimasi populasi anjing di Gianyar sebanyak 88.833 ekor dari data Tahun 2019 dan sampai Juni ini vaksinasi baru sekitar 16.000 ekor lebih,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pantau Pelayanan Samsat Denpasar, Koster Tampung Usulan Diskon Pajak 

Walau demikian, vaksinasi rabies di desa zona merah dan kuning terus dikebut. Desa zona merah tersebut adalah Desa Bitera, Tampaksiring, Peliatan, Ubud, Taro, Melinggih, Kelusa, Buruan, Lodtunduh, Sebatu dan Medahan.

Sedangkan untuk zona kuning, adalah Desa Lebih, Serongga, Abianbase, Singakerta, Gianyar, Manukaya. Bertambah dua desa yaitu Tulikup dan Desa Sidan.

“Kasus yang di Buleleng patut kita waspadai, tim vaksin bergerak serentak kebut vaksinasi,” jelas Made Santiarka.

Secara umum ada kemungkinan populasi anjing bertambah, dari kisaran 88.833 ekor tersebut. Sedangkan yang dikhawatirkan adalah peningkatan populasi anjing lepas liar, terutama pada tempat-tempat sampah liar atau seperti di GOR Kebo Iwa Gianyar.

Kegiatan vaksinasi pada pertengahan Juni ini akan dipusatkan di Desa Tulikup dan Desa Sidan. Dua desa ini juga memiliki cakupan wilayah yang luas dan berada di perbatasan kabupaten.

Diharapkan agar warga yang memelihara anjing, agar mengandangkan anjingnya di pekarangan rumah agar tidak ada kontak dengan anjing liar.

Baca Juga:  Persiapan Pemilu 2024, KPU Tabanan Audensi ke Ketua DPRD

“Idealnya satu pekarangan memelihara 2 ekor, namun kadang bisa lebih. Sebagiannya lagi, ada warga yang ingat punya anjing, namun lupa memberi pakan,” jelasnya.

Terkait vaksinasi ini, personel vaksinasi lapangan terbagi dalam 4 tim yang jumlah personelnya 23 petugas. Sehingga dalam satu tim jumlahnya 6 petugas. Sedangkan sebelumnya jumlah sebanyak 20 tim baik dari tenaga ASN dan tenaga relawan.

“Jumlah tim menyusut dari 20 ke 4 tim, sehingga pergerakan vaksinasi melambat, kita optimalkan tim yang ada,” ujarnya.

Baca Juga:  Kepergok Mencuri, Bule Ini Ngamuk di Sel

Sedangkan dari seluruh kecamatan di Gianyar baru ada 3 Puskeswan, dimana Puskeswan 1 mewilayahi Payangan dan Ubud, Puskeswan 2 mewilayahi Tampaksiring dan Tegalalang, Puskeswan 3 mewilayahi Sukawati dan Blahbatuh. Untuk Kecamatan Gianyar Puskeswannya langsung di Dinas Pertanian dan Peternakan.

Dari data Bidang Kesehatan Hewan, populasi anjing di Kelurahan Bitera dan sudah divaksin sebanyak 1.426 ekor, Tampaksiring 1.264 ekor, Peliatan 1.212 ekor. Sedangkan pada zona kuning rabies yang sudah divaksin di Desa Lebih 1.634 ekor, Serongga 781 ekor, Abianbase 860 ekor, Singakerta 1.161 ekor, Gianyar 1.634 ekor dan Desa Manukaya 1.515 ekor. (ina/kb)

Berita Terkait

Back to top button