BadungEkonomi Bisnis

Digitalk Kemenkominfo, Putri Koster; Setahun Berpameran, Omzet Perajin Bali Rp20 Miliar

MANGUPURA, Kilasbali.com – Ketua Ketua Dekranasda Bali, Putri Suastini Koster saat menjadi narasumber dalam Digitalk bertajuk ‘Bersama Dekranas Mendorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui UMKM Kreatif Wastra’, yang digelar Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi,  Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) di Sheraton, Kuta, Badung, Kamis (30/6).

Dalam kesempatan itu, Putri Koster mengungkapkan bahwa perajin kain tradisional Bali, baik endek, gringsing, maupun songket omset penjualannya meningkat di masa pandemi ini. Hal itu tidak terlepas dari upaya Dekranasda Provinsi Bali bekerjasama dengan instansi terkait lainnya, memberikan ruang para perajin ini menampilkan karyanya dalam Pameran IKM Bali Bangkit di Taman Budaya Bali di Denpasar.

Menurut Putri Koster, dia melakukan langkah yang paling kecil melalui Pameran IKM Bali Bangkit. “Jadi ini diberi ruang oleh Bapak Gubernur Bali Wayan Koster, disitu kami memberi ruang kepada perajin. Disini kami saling mendukung,” ujarnya.

Baca Juga:  Turnamen Ceki Kembali Marak

Putri Koster mengaku terharu, karena sebelum pandemi para perajin sulit memasarkan produk mereka, tapi saat pandemi dan diberi ruang berpameran, omzet para perajin tembus miliaran. Di tahun 2021, lanjut dia, perajin di masa sepi itu omzetnya hampir Rp20 miliar selama setahun.

“Ini luar biasa. Yang kita pentingkan bukan uangnya, tapi modal mereka berputar. Jadi kain yang sudah ditenun tidak bulukan, bisa terjual, dan mereka bisa memproduksinya lagi. Ibaratnya lancer peredaran darah kita, jadi sehat ya,” ungkapnya.

Putri Koster juga mengungkap, di masa pameran dalam Pesta Kesenian Bali yang telah memasuki hari ke -19 setelah dibuka pada 12 Juni 2022 oleh Mendagri Tito Karnavian, omzet para perajin sudah mencapai kurang lebih Rp5,3 miliar.

“Ini murni masuk langsung ke rekening para perajin, sedangkan kami di Dekranasda hanya ngurusin saja. Jadi Pak Gubernur menyediakan tempatnya, Dekranasda menyajikan displaynya, dan hasil penjualannya utuh masuk ke rekening masing-masing. Kami hanya ingin mendapatkan laporan sebagai kebanggaan, berapa sih sesungguhnya animo masyarakat untuk berbelanja,” jelasnya.

Baca Juga:  Musim Kemarau, Petani Tanam Tembakau 

Dalam pameran ini, pihaknya juga memastikan kain tenun yang dijual dibuat di Bali. Kemudian aksesoris dari logam baik emas, perak, tembaga, dan kuningan, tidak diperbolehkan lebih rendah dari itu. “Jadi masyarakat teredukasi bahwa ini produk berkualitas dan harganya pantas,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Kemkominfo, Septriana Tangkary berharap, melalui Digitalk  yang merupakan kolaborasi antara Dekranas dengan Dekranasda Bali, memberikan sesuatu kolaborasi yang kuat sehingga seluruh kain tenun wastra yang ada di seluruh Indonesia.

“Ini roadshow pertama yang diadakan di Bali, kemudian dilanjutkan ke Danau Toba, lanjut itu ke Labuan Bajo, lalu ke NTB, dan setelah ke Papua. Ini merupakan program besar untuk mengkampanyekan seluruh tenun wastra yang ada di Indonesia bersinar. Bangga menggunakan busana Indonesia, dan jangan hanya bangga tapi mari kita bangga dan beli produk Indonesia,” ujarnya yang saat acara ini, dia mengaku menggunakan kebaya produk dari Lampung, dan kain tenun produk Bali.

Baca Juga:  Canna Bali Jadi "One Stop Destination" di Kawasan Nusa Dua

Septriana Tangkary juga bakal mengunjungi Pameran IKM Bali Bangkit. “Setelah acara ini kami akan mengunjungi IKM Bali Bangkit. Karena kita ingin belajar juga. Jadi, kita ingin melihat seluruh kekuatan dari Bali ini mendorong program G20 ke depan,” katanya.

Dia berharap, adanya Pameran IKM Bali Bangkit dan juga G20 di Bali, seluruh produk kerajinan Bali dan Indonesia bisa ditampilkan. “Kami harap tenun Bali ini bisa dipakai para delegasi G20, sehingga menjadi suatu kebanggaan bagi kita semua,” harapnya. (jus/kb)

Berita Terkait

Back to top button