DenpasarOlahragaSeni Budaya

10th Perisai Diri International Championship

Pesilat Nasional Indonesia Perisai Diri Berkumpul di Bali

DENPASAR, Kilasbali.com – Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri berkumpul di Jayasabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali di Denpasar, Sabtu (2/7) sore.

Tak hanya dari Bali, pesilat nasional hingga internasional hadir di Halaman Kertashaba ini. Pesilat internasional ini dari 10 negara. Di antaranya dari Australia, Belanda, Jepang, Timur Leste, dan Brunei Darussalam.

Rupanya mereka berkumpul untuk mengikuti pembukaan kejuaraan 10th Perisai Diri International Championship, dan juga merayakan HUT ke 67 Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri.

Baca Juga:  Bali Tetap Pulau Terfavorit

Ketua Panitia Nyoman Yamadiputra menyampaikan kejuraan ini untuk memfasilitasi atlet seluruh dunia untuk berkompetesi.

“10th Perisai Diri International Championship memperebutkan piala Presiden Republik Indonesia,” kata Yamadiputra.

Ketua Umum Perisai Diri Pusat, Dwi Soetjipto menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Bali Wayan Koster atas dukungan dab fasilitas yang diberika, sehingga acara ini terselenggara dengan baik.

Dia menuturkan, sesungguhnya kegiatan ini ada di tempat lain. Namun karena pandemi, maka beralih ke tempat lain, dan Bali mengajukan surat untuk menjadi tuan rumah.

Baca Juga:  HUT ke-28 Perumda Pasar Sewakadarma

Lanjutnya, event ini setelah sekian lama tidak dilaksanakan, dan kini bisa berkumpul dan melaksanakan kegiatan di Bali.

Pihaknya juga mengapresiasi kejuaraan bertema Together Stronger, Bersama bersatu akab lebih kuat. Tema ini sesuai dengan sifat keluarga Perisai Diri.

“Kekeluargaan di Perisai Diri merupakan pondasi kuat dalam membangun kesatuan dan kebersamaan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Inovasi Dinas Pertanian Kota Denpasar
Pemotongan tumpeng HUT ke 67 Perisai Diri

Sementara itu, terkait HUT, Ketua Umum juga menyinggung terkait usia Perisai Diri ke 67. Menurutnya, usia tersebut tidak muda sebagai organisasi massa tidak hanya nasional, tapi juga internasional.

Kata dia, ini tidak mudah untuk mempertahankannya. Perisai Diri juga tidak terlepas dari isu perpecahan. Akan tetapi isu itu dihadapi dengan pikiran jernih. “Ini karena sifat kekeluargaan Perisai Diri,” katanya. (jus/kb)

Berita Terkait

Back to top button