DenpasarNews Update

Pandemi Jadi Endemi Tunggu PPKM Dicabut

DENPASAR, Kilasbali.com – Gubernur Bali Wayan Koster bahwa surat yang dikirim ke pusat terkait pandemi menjadi endemi, sudah dirapatkan di pusat. Namun, kebijakan endemi itu akan dilakukan secara bertahap. Menunggu PPKM tidak diberlakukan lagi, alias dicabut.

Mulai dari pelonggaran persyaratan perjalanan, dan juga aktivitas masyarakat. “Sebenarnya sekarang ini secara kenyataan kita sudah tidak ada PPKM, levenya I. Tapi riil di lapangan, kita sudah tidak ada PPKM lagi, tapi secara aturan tetap ada,” jelasnya di Denpasar, Jumat (1/7).

Menurutnya, melihat kondisi Bali yang stabil ini, pihaknya mengajukan ke pusat untuk perubahan status ini. Namun, respon pusat diberlakukan secara bertahap. Mulai dari PPKM level I dengan berbagai pelonggaran.

Baca Juga:  Lansia Tangguh

“Tahap berikut kalau ini stabil, untuk sementara PPKM tidak akan diberlakukan. Stabil dia, baru PPKM dicabut. Kalau sudah dicabut, itu artinya sudah endemi,” ujarnya.

Koster juga membeberkan pemicu naiknya kasus positif Covid-19 yang terjadi di Bali belakangan ini. Menurutnya, tambahan kasus positif tersebut, dipicu testing yang dilakukan terhadap kunjungan wisatawan. Baik domestik, maupun mancanegara di pintu masuk Bali.

Koster membeberkan, tambahan kasus itu yang pertama dari warga negara asing. Kunjungan wisatawan mancanegara saat ini mencapai 7.000 sampai dengan 8.000 orang per hari. “Jadi ada negara yang masih mewajibkan PCR untuk kembali ke negaranya. Nah ketika ada yang balik, kemudian tes PCR, ada yang positif. Antara 10 orang, tapi tidak lebih dari 20 orang yang positif,” bebernya.

Baca Juga:  LSPR Gelar Diskusi Meja Bundar Indonesia-Jepang

Dikatakan, jika dibandingkan dengan kunjungan wisatawan asing yang mencapai 8.000 orang per hari, positif yang hanya kurang dari 20 orang, persentasenya sangat kecil. Koster menambahkan, tambahan positif juga dari warga daerah lain yang berlibur ke Bali.

“Kita tes ada yang positif,” jelasnya. Pemicu berikutnya, lanjut dia, orang Bali yang sedang melakukan kunjungan ke luar daerah. Ketika kembali ke Bali, ada yang positif. “Ini yang sebenarnya pemicu tambahan kasus positif,” ungkapnya.

Warga Bali sendiri, lanjut dia, positifnya sangat sedikit. “Karena itu, saya rasa tidak ada yang mengkhawatirkan menyikapi kenaikan kasus ini. Yang sembuh juga meningkat, yang meninggal hampir tidak ada, kemudian yang positif semuanya orang tanpa gejala (OTG). Yang dirawat di rumah sakit sedikit. Sudah terbentuk kekebalan komunal,” ujarnya.

Baca Juga:  Bali Tetap Pulau Terfavorit

Koster menegaskan, memang terjadi kenaikan kasus, akan tetapi disumbang dari warga negara asing, warga luar Bali, sedangkan warga lokal Bali cenderung stagnan.

“Imun masyarakat Bali sudah sangat bagus, tapi kita harus tetap meningkatkan capaian booster yang sekarang hampir mencapai 71 persen. Ini tertinggi di Indonesia. Provinsi lain belum ada yang mencapai 70 persen, tapi kita tingkatkan menjadi 80 persen pada bulan Juli, dan paling lambat bulan September sudah bisa mencapai 90,” harap Koster.(jus/kb)

Berita Terkait

Back to top button