DenpasarNews UpdatePendidikan

Ambassador Talk, Undiknas Bakal Kolobarasi Riset Perempuan Bali dan Turki

DENPASAR, Kilasbali.com – Duta Besar Turki untuk Indonesia Prof. Dr. Askin Asan hadir dalam acara Ambassador Talk di Kampus Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) di Denpasar, Selasa (5/7).

Wakil Rektor IV Undiknas, Agus Fredy Maradona menyampaikan Undiknas memiki sejarah panjang, di mana kampus ini didirikan tahun 1995 silam. Menurutnya, berbagai program telah dilakukan dalam mencetak dan mempersiapkan generasi bangsa yang tangguh.

“Salah satunya mengirim mahasiswa belajar ke luar negeri. Di masa pandemi, berbagai program tetap dijalankan. Namun dilakukan secara online,” ungkapnya. Lanjutnya, Turki merupakan negara yang sangat ramah, terkenal dengan film drama, dan juga permadani yang indah.

Sementara itu, Askin Asan mengaku sangat senang bisa berada di Undiknas dan juga merupakan sebuah kehormatan. Dia mengungkapkan bahwa di Indonesia baru lima bulan.

Dalam kesempatan itu, dia juga menuturkan tempat kelahiran yang merupakan perkebunan teh hingga rekam jejaknya sejak kecil hingga menjadi duta besar. “Pendidikan akan mengantarkan kesuksesan. Hidup akan lebih mudah,” ujarnya.

Wakil Rektor II Undiknas AAA Ngurah Sri Rahayu Gorda menyampaikan, kehadiran Duta Besar ini sangat menginspirasi wanita Bali. Namun di Bali, sistem budaya begitu menikah harus mengikuti suami.

Kendati demikian, hal itu tidak menciutkan perempuan Bali. Pandai mengatur waktu agar bisa berkarya, dan juga mempertahankan budaya dan adat Bali. “Kami harap nantinya ada kolaborasi berupa riset perempuan Bali dengan Turki, di mana tetap berkarya tanpa meninggalkan esensi sebagai perempuan,” katanya.

Baca Juga:  Hyundai Stargazer Hadir di Bali

Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Pariwisata Undiknas, Dr Ni Putu Nina Eka Lestari mengatakan, perempuan Bali tak hanya berperan di domestik yakni mengatur rumah tangga, tapi juga bergerak di ekonomi dalam membantu mencari nafkah tiang keluarga, dan juga berperan sosial adat budaya Bali. “Perempuan Bali merupakan perempuan tangguh,” ujarnya.

Ketua DPD PPI Provinsi Bali, A.A.A. Ngr. Tini Rusmini Gorda

Perempuan Mercusuar Dunia

Ketua DPD PPI Provinsi Bali, A.A.A. Ngr. Tini Rusmini Gorda menambahkan, perempuan sebagai mercusuar dunia merupakan visi Perempuan Pemimpin Indonesia (PPI). Organisasi ini hadir agar perempuan dan anak tidak menjadi korban. Akan tetapi, teredukasi dengan baik. Untuk itu, PPI mengundang Duta Besar Turki yang kebetulan ada agenda G20 di Bali untuk menjadi narasumber di Kampus ini.

“Perempuan Bali perempuan tangguh apabila mampu beradaptasi pada situasi saat ini. Baik itu adaptasi diera digitalisasi dengan mempercepat pola pikir agar tidak ketinggalan,” ungkapnya.

Tini Gorda juga menegaskan, perempuan Bali bisa bersanding dengan laki-laki ketiga mampu mensinergikan tiga komponen yang dimiliki perempuan Bali. Yakni mensinergikan sisi domestik, tidak mencederai urusan domestik ketika membantu ekonomi keluarga, tetap mengikuti keluarganya, serta melestarikan sosial budaya.

Terkait Ambassador Talk yang menghadirkan tokoh perempuan dari Turki, Tini Gorda menjelaskan bahwa akan melakukan kolaborasi riset antara perempuan Bali dengan perempuan turki.

Baca Juga:  Calon Pj Bupati Buleleng Sembilan Orang

“Pusat Studi Undiknas akan melakukan kolaborasi riset. Jadi apa yang kurang di Bali maupun di Turki, itu akan menjadi sebuah kekuatan,” pungkasnya.

Kepala Desa Kenderan, I Dewa Gde Jayakusuma

SIP3 di Desa Kenderan

Kepala Desa Kenderan, I Dewa Gde Jayakusuma mengungkapkan, Perempuan Pemimpin Indonesia (PPI) Provinsi Bali dengan program ‘Sinergi untuk Energi Pang Pade Payu (SIP3)’ di Desa Kenderan, Tegalalang, Gianyar mulai bangkit kembali di awal tahun 2022. Salah satunya program kepada generasi muda agar terhindar dari bahaya narkoba atau hal negatif lainnya.

Tak hanya itu, lanjut dia, Desa Kenderaan yang telah menyandang Desa Wisata sejak tahun 2017. Namun, belum ada yang menjadi ciri khas yang ditonjolkan. “Alam yang ada di Desa Kenderaan ini sangat banyak. Untuk itu, kehadiran PPI ini akan memunculkan salah satu potensi untuk menunjang Desa Wisata, sehingga Desa Kendaraan menjadi bersinar seperti diharapkan SIP3,” jelasnya.

Salah satu yang sudah digali di Desa Kenderaan yang terkenal dengan Holy Water, tempat penglukatan. Salah satunya Pura Telaga Waja yang merupakan peninggalan sejarah. Bahkan mata air itu dimanfaatkan tidak hanya warga sekitar, akan tetapi warga luar desa untuk air minum langsung.

“Mata air ini munjul dari empat penjuru mata angin utara, timur, barat, selatan, dan ada satu mata air muncul dari tengah. Mata air ini menjadi tempat melukat, dan kerap dikunjungi wisatawan,” bebernya.

Baca Juga:  Pentingnya Perda Tata Cara Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah Provinsi

Selain itu ada juga air terjun, Waterfall Manuaba. “Nah ini sedang kita kerjakan dengan membangun jalur di pinggir sungai. Jalur setapak,” lanjutnya.

Tokoh masyarakat Kenderan, AA Indrawaran

Sementara itu, seorang tokoh masyarakat Kenderan, AA Indrawaran menyampaikan PPI di dalam kolaborasi SIP3 yang membantu kemajuan Desa Wisata Kenderan. Menurut Penglingsir Puri Agung Kenderan ini, program SIP3 ini masih banyak. Mengingat rentan waktu hingga lima tahun ke depan.

“Kami juga dibantu oleh pemerintah, baik itu pemerintah daerah maupun pusat dalam penyusunan perencanaan Desa Wisata. Kami juga berharap tidak hanya penyusunan dan perencanaan, tapi mewujudkan percontohan pembangunan fisik yang menunjukkan desa kami sebagai Desa Wisata,” harapnya.

Dia menuturkan, PPI sendiri telah mengangkat beberapa potensi yang dimiliki Desa Kenderan. Diantaranya situs-situs, dan juga air terjun. “Mata air terjun kami yang sudah dikembangkan sebagai salah satu potensi wisata yang ada di Kenderan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, jangka pendek kolaborasi SIP3 ini lima tahun. Namun jangka panjang akan berlanjut. “Salah satu manfaat SIP3 ini, yakni bisa terangkat kembali dalam mempromosikan dan mencarikan potensi potensial, sehingga Desa Kenderan bisa kembali bergeliat melalui program SIP3 ini,” pungkasnya. (jus/kb)

Berita Terkait

Back to top button